KENDARI – Aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir ricuh, Senin, 11 Mei 2026. Seorang pegawai kejaksaan terluka di kepala akibat lemparan batu.
Korban diketahui bernama Zainal Misman, auditor Kejati Sultra. Ia langsung dievakuasi ke dalam ruangan untuk mendapat penanganan darurat.
Satu Mahasiswa Diamankan
Seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari bernama Risaldo turut diamankan pascakericuhan.
Ketua BEM Fakultas Hukum UHO, Saleh Salahudin, mengaku sempat berkomunikasi dengan Risaldo sesaat setelah diamankan. Namun, ia menduga telepon genggam milik Risaldo ikut disita.
“Bukan dia yang balas pesan. Saya tandai chat-nya,” kata Saleh di lokasi.
Kronologi Ricuh
Kericuhan pecah saat sejumlah demonstran, termasuk Risaldo, berusaha masuk ke halaman Kantor Kejati Sultra dengan memanjat pagar.
Setelah massa berhasil masuk, petugas keamanan berupaya menghalau. Situasi memanas ketika massa melawan hingga terjadi bentrokan.
Desak Usut Bupati Bombana
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) sebelumnya menggelar aksi untuk mendesak Kepala Kejati Sultra, Sugeng Riyanta, mengusut dugaan keterlibatan Bupati Bombana, Burhanuddin, dalam kasus korupsi proyek pembangunan Jembatan Cirauci II di Kabupaten Buton Utara (Butur) tahun anggaran 2021.(lin)

















