KOLAKA – Hanya karena ingin menyelamatkan sandal yang hanyut, ternyata membuat MAK (8) kehilangan nyawa. Bocah itu terseret arus selokan di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Selasa, 12 Mei 2026 sore.
Peristiwa terjadi saat hujan mengguyur dan MAK bersama teman-temannya bermain di sekitar TK Muhammadiyah sekitar pukul 15.00 Wita. Saat bermain, sandal miliknya terjatuh ke dalam selokan di samping sekolah.
Berniat mengambil, MAK justru terpeleset dan jatuh ke saluran air. Arus yang deras langsung menyeretnya.
“Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita di saluran air depan rumah warga dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, Aiptu Riswandi, Rabu, 13 Mei 2026.
30 Menit Berjuang, Nyawa Tak Tertolong
Warga dan tim gabungan segera mengevakuasi MAK setelah ditemukan. Bocah itu langsung dilarikan ke Puskesmas Pomalaa untuk pemeriksaan medis. Namun, nyawanya tak tertolong. Petugas menyatakan MAK telah meninggal dunia saat tiba di puskesmas.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Padamarang, Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa. Keluarga merencanakan pemakaman pada hari yang sama, Rabu, 13 Mei 2026.
Keluarga Ikhlas, Polisi Lakukan Olah TKP
Unit Reskrim Polsek Pomalaa telah mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta visum et repertum, dan memeriksa sejumlah saksi.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam peristiwa ini. “Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan bersedia membuat surat penolakan autopsi,” pungkas Aiptu Riswandi.
Kisah MAK menjadi pengingat pahit. Di balik canda anak-anak yang bermain hujan, ada bahaya tersembunyi di selokan dan saluran air. Satu sandal hanyut merenggut nyawa. Satu keluarga kehilangan tawa kecil yang tak akan pulang lagi (lin)

















