BOMBANA – Sekolah Dasar Negeri 33 Kasipute diduga memanipulasi data siswa penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Indikasi penggelembungan jumlah penerima terungkap dari selisih data Dapodik dan data penyaluran MBG di sekolah tersebut.
SDN 33 Kasipute berlokasi di Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Selisih 34 Siswa Terungkap
Temuan ini disampaikan seorang guru di sekolah tersebut kepada media ini, Kamis, 14 Mei 2026.
Data di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mencatat 422 siswa aktif. Sementara data penerima MBG tercatat 456 siswa. Selisih 34 siswa ini memunculkan dugaan praktik penyajian data fiktif untuk memperbesar alokasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi sisanya makanan itu dibawa pulang oleh kepala sekolah dan guru penanggung jawab MBG,” kata guru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Guru tersebut mengaku baru mengetahui kondisi itu sejak Januari 2026. Ia tidak bisa memastikan sejak kapan praktik penggelembungan dilakukan. Program MBG di SDN 33 Kasipute sendiri berjalan sejak Januari 2025, atau sudah lebih dari satu tahun.
Polisi Turun Cek Lokasi
Menurut sumber yang sama, dugaan manipulasi ini sudah diketahui pihak kepolisian. Aparat disebut telah turun langsung ke sekolah untuk melakukan pengecekan.
“Dan memang kondisinya ada dugaan manipulasi data,” ujarnya. Ia menyayangkan praktik tersebut terjadi di sekolah dasar.
Kepala Sekolah Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SDN 33 Kasipute, Santi Jamal, yang dikonfirmasi belum memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut.(red)

















