Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 18 Mar 2025 01:11 WITA ·

Kapitan Sultra Temukan Banyak Pelanggaran dalam Aktivitas Pertambangan PT SSB


 Lokasi aktivitas pertambangan PT Sultra Sarana Bumi (SSB) di blok Tapunopaka, Kabupaten Konawe Utara. Foto: Istimewa Perbesar

Lokasi aktivitas pertambangan PT Sultra Sarana Bumi (SSB) di blok Tapunopaka, Kabupaten Konawe Utara. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KONUT – Koalisi aktivis pemerhati lingkungan dan pertambangan (Kapitan) Sultra menyoroti aktivitas pertambangan PT Sultra Sarana Bumi (SSB) di blok Tapunopaka, Kabupaten Konawe Utara.

Melalui Presidium Kapitan Sultra, Asrul Rahmani, mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi data yang lengkap terkait sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT SSB.

“Kami menduga bahwa jalan hauling yang digunakan tidak sesuai dengan rencana awal pertimbangan teknis izin koridor yang dikeluarkan Dinas Kehutanan Sultra,” katanya.

Asrul juga menduga bahwa aktivitas pertambangan, sarana, dan prasarana masuk ke dalam kawasan hutan.

“PPKH telah berakhir dan tidak menjalankan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) sesuai pertimbangan teknis syarat keluarnya perpanjangan IPPKH,” tambahnya.

Selain itu, Asrul juga menduga bahwa IUP PT SSB telah diakuisisi saham 100 persen dari pemilik lama.

“Ini merupakan indikasi jual beli Izin Usaha Pertambangan dengan pola ‘hostile take over’ secara menyuluh,” ujarnya.

Kapitan Sultra juga menduga bahwa pembangunan jeti tidak sesuai titik koordinat awal berdasarkan pertimbangan teknis dan kajian lingkungan.

“Olehnya itu, diduga izin penetapan lokasi, izin pembangunan, hingga izin pengoperasiannya dinilai cacat administrasi,” bebernya.

Asrul juga membeberkan bahwa feasibility study (FS) dalam Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) terdapat banyak ketimpangan yang menabrak sejumlah regulasi pertambangan yang berlaku.

“Dari kasus hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Sultra disinyalir ikut bermain dalam upaya pembiaran serta diduga memainkan laporan pertimbangan teknis yang tidak sesuai fakta di lapangan,” ujarnya.

Kapitan Sultra meminta Kementerian ESDM untuk mengevaluasi RKAB PT SSB dan meminta Kementerian Kehutanan untuk mengevaluasi kinerja Dinas Kehutanan Provinsi Sultra serta memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha yang nakal.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 169 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pria di Muna Ditangkap Usai Diduga Begal Perempuan, Polisi Sita Motor dan Ponsel Korban

14 Agustus 2026 - 15:28 WITA

Diduga Belum Berizin, GEMPUR Sultra Desak Pemkot Kendari Hentikan Clearing Perumahan di Puuwatu

13 Agustus 2026 - 20:39 WITA

Diduga Garap 32 Hektare Hutan di Boelamo, PT Mandala Jayakarta Disorot GEMPUR Sultra

13 Agustus 2026 - 20:22 WITA

GEMPUR Sultra Desak Kejaksaan Buka Perkembangan Dugaan Korupsi Proyek ANTAM Rp598 Miliar

13 Agustus 2026 - 20:06 WITA

Pinjam Motor Dalih Ambil Uang, Pemuda di Konawe Malah Tak Kembalikan hingga Diciduk Polisi

13 Agustus 2026 - 11:57 WITA

Diduga Lakukan Pelanggaran Pertambangan, PT Integra Mining Nusantara Dilaporkan ke Kejati Sultra

11 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Trending di Hukrim