KENDARI – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Asga Group, Kompleks BTN Latjinta, Kota Kendari, Senin, 7 September 2026.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan tanggung jawab perusahaan atas kecelakaan kerja yang menewaskan salah satu karyawannya.
Koordinator aksi, Fardin Nage, dalam orasinya mengatakan kedatangan massa ke kantor Asga Group untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan atas hilangnya nyawa karyawan akibat kelalaian.
“Kedatangan kami di Kantor Asga Group pada siang hari ini untuk meminta pertanggungjawaban Asga Group atas hilangnya nyawa salah satu karyawan akibat kelalaian dari perusahaan,” ujar Fardin.
Fardin menuding kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian karyawan tersebut merupakan akibat kelalaian perusahaan. Ia menyoroti tidak adanya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta belum terdaftarnya korban dalam BPJS Ketenagakerjaan.
“Yang menjadi persoalan adalah bagaimana penerapan keamanan kerja dan jam kerja hingga pukul 23.00 Wita. Yang lebih miris lagi, dua hari setelah meninggal dunia baru diuruskan BPJS Ketenagakerjaan, padahal almarhum sudah bekerja selama enam tahun,” ungkapnya.
Menurut Fardin, keluarga korban telah berupaya mencari keadilan melalui jalur hukum setelah kepergian almarhum. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Setelah almarhum meninggal dunia, keluarga korban melakukan serangkaian proses pencarian keadilan atas peristiwa yang menimpa almarhum. Namun perjuangan tersebut menemui jalan buntu,” tegasnya.
Dalam aksinya, massa mendesak Asga Group segera menyelesaikan seluruh hak-hak almarhum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami meminta Asga Group menuntaskan dan menyelesaikan hak-hak almarhum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata Fardin.
Sebelum mendatangi Kantor Asga Group, puluhan massa AP2 Sultra terlebih dahulu menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra serta di Gedung DPRD Sultra.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupa mengkonfirmasi pihak manajemen Asga Group terkait tuntutan massa.(red)

















