KENDARI – Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) melayangkan somasi kepada pemilik akun TikTok @eRBeBersuara, Ridwan Badallah, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra, atas tuduhan media “abal-abal” dan penyebar hoaks terhadap dua media anggota JMSI Sultra, Suarasultra.com dan Sultrapedia.com.
Somasi tersebut disampaikan langsung ke Kantor Dispar Sultra pada Jumat, 23 Januari 2026 dan diterima oleh salah satu staf. JMSI Sultra menilai pernyataan Ridwan Badallah tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kerugian immateril maupun materil.
“Dalam unggahan tersebut, yang bersangkutan secara terbuka menuduh media Suarasultra.com dan Sultrapedia.com,, yang merupakan media resmi dan terdaftar sebagai anggota JMSI Sulawesi Tenggara, sebagai media ‘abal-abal’ dan penyebar hoaks tanpa disertai bukti faktual, klarifikasi, hak jawab, maupun mekanisme jurnalistik yang sah,” ujar Ketua Pengda JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama.

JMSI Sultra menilai tindakan Ridwan Badallah patut diduga melanggar sejumlah ketentuan hukum, di antaranya Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah, serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
JMSI Sultra menuntut Ridwan Badallah untuk:
- Menghapus seluruh konten yang memuat pernyataan atau tuduhan bahwa media anggota JMSI Sultra merupakan media “abal-abal” dan/atau penyebar hoaks.
- Menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka melalui akun TikTok yang sama secara proporsional dan tidak multitafsir.
- Tidak mengulangi pernyataan atau tindakan serupa yang berpotensi mencemarkan nama baik media dan organisasi pers di kemudian hari.
JMSI Sultra menegaskan, apabila dalam jangka waktu 2 x 24 jam somasi tersebut tidak diindahkan, pihaknya akan menempuh langkah hukum dan etik lanjutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(red)








