Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 16 Mar 2025 08:28 WITA ·

Oknum Brimob di Kendari Diduga Keroyok Karyawan PT MTF


 Ilustrasi pengeroyokan. sumber: viva.co.id Perbesar

Ilustrasi pengeroyokan. sumber: viva.co.id

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Tujuh orang karyawan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) diduga menjadi korban pengeroyokan oknum anggota Brimob di Kendari.

Peristiwa tersebut berawal dari salah satu unit mobil Honda Brio yang dicicil oleh salah satu debitur di PT MTF cabang Manado telah menunggak selama sembilan bulan dan dinyatakan hilang serta telah dilaporkan ke Polda Sulut. Kemudian PT MTF Cabang Manado berkoordinasi dengan Cabang Kendari dan menugaskan Sarjun untuk menelusuri dan mencari unit tersebut.

Pada Sabtu 15 Maret 2025 unit tersebut ditemukan di Metro Pool and Cafe di Jalan Brigjen M Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, dalam keadaan terparkir. Saat itu Sarjun melakukan penelusuran dan menemukan bahwa unit tersebut diduga telah dimiliki oleh Oknum Barada S dari salah satu Resimen Brimob Mabes Polri yang sementara bertugas di Kota Kendari.

Kemudian terjadi komunikasi antara kedua belah pihak hingga waktu berbuka puasa, namun tak ada titik temu saat dilakukan mediasi diantara kedua belah pihak hingga terjadi dugaan pengerokan oleh beberapa oknum anggota Brimob. Salah satu korban, Sarlun Saula, mengatakan bahwa peristiwa pengeroyokan terjadi sekitar pukul 21.00 WITA, saat Barada S melarikan unit tersebut dan dikejar oleh pihaknya.

Sarlun Saula mengatakan bahwa tak berselang lama, sekitar 50 orang muncul dan melakukan pengeroyokan terhadap dirinya bersama 6 orang rekan kerja lainnya.

“Kemudian kita ambil unit itu, tak berselang lama datang sekitar 50 orang muncul dan melakukan pengeroyokan, yang paling parah Sarjun ini menderita luka lecet hingga dilarikan ke rumah sakit, kami juga menderita benjol akibat pukulan, serta salah satu karyawan perempuan sempat diraba payudaranya saat hpnya berusaha direbut, karena posisinya dia merekam semua kejadian tersebut,” ungkapnya.

Pihak korban telah melakukan visum dan melaporkan peristiwa ini ke Polda Sultra. Kuasa Hukum Korban Herman Nompo mengatakan bahwa pihaknya menduga ada keterlibatan oknum Brimob dan akan melaporkan hal tersebut ke Mabes Polri.

Salah satu atasan Barada S, RA, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. Dansat Brimobda Sultra Kombes Pol Sugianto Marweki belum memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 1,196 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Hendak Curi Tabung Gas, Anak 15 Tahun di Kendari Jadi Korban Penganiayaan

15 Juli 2026 - 21:13 WITA

Pria di Kendari Ditangkap Usai Curi Handphone, Hasil Kejahatan Dipakai Beli Sabu

15 Juli 2026 - 20:57 WITA

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Empat Pelajar di Muna Barat Ditangkap Polisi

15 Juli 2026 - 16:17 WITA

HMKS Desak DPRD Konawe Selatan Selidiki Tata Kelola Pemda Lewat Hak Angket

14 Juli 2026 - 13:55 WITA

Dinilai Dekat dengan Rumah Ibadah, Gempur Sultra Desak Pemkot Kendari Tinjau Lokasi Toko Miras UD 88 

14 Juli 2026 - 13:40 WITA

Sengketa Lahan Hotel Foresta Berlanjut, BPN Sebut Ada Tanah Milik Haji Mujarab di Objek Sengketa

14 Juli 2026 - 13:27 WITA

Trending di Hukrim