KENDARI – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi sekelompok pria diduga melakukan penyerangan dan pengrusakan di sebuah kios di Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, viral di media sosial.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 02.10 Wita.
Dalam rekaman CCTV yang diterima penafaktual.com, terlihat sejumlah pria mengenakan kaus hitam mendatangi kios sambil membawa senjata tajam jenis parang. Salah seorang di antaranya masuk ke area kios dan mengayunkan parang ke arah barang-barang yang berada di dalam warung.
Sementara itu, beberapa pria lainnya tampak melempar benda ke dalam kios hingga menyebabkan sejumlah fasilitas dan barang dagangan rusak.
Pemilik kios, Muhamad Ragil, mengatakan insiden itu bermula ketika seorang pria yang tidak dikenalnya datang meminta utang sebungkus rokok. Namun, setelah permintaannya ditolak, pria tersebut diduga tersinggung dan melontarkan kata-kata kasar.
“Dia datang mau utang rokok. Setelah tidak dikasih, dia marah-marah dan bicaranya kasar sekali,” kata Ragil.
Ragil mengaku sempat menegur pria tersebut karena kelompok yang sama disebut beberapa kali membuat keributan di sekitar lokasi usahanya.
Ketegangan sempat mereda ketika pria itu mengaku memiliki uang untuk membeli rokok. Namun, adu mulut kembali terjadi hingga memancing rekan-rekan pria tersebut yang berada di sekitar lokasi.
Situasi kemudian memanas. Sejumlah orang yang diduga rekan pelaku mulai bertindak agresif dengan menendang kursi di depan kios.
Merasa keselamatannya terancam, Ragil mengaku mengambil senjata tajam dari dalam kios untuk berjaga-jaga dan sempat mengejar salah seorang dari mereka. Namun, tak lama berselang, kelompok tersebut kembali dengan jumlah yang lebih banyak sambil membawa parang.
Ragil pun berlari menyelamatkan diri ke dalam kios. Kelompok tersebut kemudian diduga melampiaskan amarahnya dengan merusak barang-barang dagangan menggunakan parang serta melempari bangunan kios.
Akibat kejadian itu, sejumlah fasilitas kios mengalami kerusakan dan barang dagangan turut hancur.
Ragil mengaku akan melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari dengan membawa rekaman CCTV sebagai barang bukti agar para pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penyerangan dan pengrusakan tersebut. (lin)
















