Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 11 Jun 2025 18:15 WITA ·

Sorotan Kegiatan Ilegal di PT VDNI: Bea Cukai Diduga Tutup Mata


 Dugaan aktivitas pengeluaran barang berupa limbah kabel dari Kawasan Berikat atau Tempat Penimbunan Berikat (TPB) PT Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI). Foto: Istimewa Perbesar

Dugaan aktivitas pengeluaran barang berupa limbah kabel dari Kawasan Berikat atau Tempat Penimbunan Berikat (TPB) PT Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI). Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM – Aktivitas pengeluaran barang berupa limbah kabel dari Kawasan Berikat atau Tempat Penimbunan Berikat (TPB) PT Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI) kembali terjadi. Sementara itu, pihak Bea Cukai justru diduga pura-pura buta dan tuli terkait adanya kegiatan pengeluaran barang berupa limbah kabel dari kawasan berikat PT VDNI.

Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo mengungkapkan bahwa aktivitas penjualan limbah kabel dari kawasan berikat PT VDNI sebelumnya sempat dihentikan karena tidak dilengkapi dengan dokumen pengeluaran seperti BC 2.5, BC 4.1, dan SPPB.

“Kegiatan di dalam sudah dihentikan sejak bulan lalu saat kami soroti, sekarang tiba-tiba jalan lagi,” kata Hendro pada Rabu, 11 Juni 2025.

Hendro menjelaskan bahwa pengeluaran barang dari Kawasan Berikat atau Tempat Penimbunan Berikat (TPB) wajib disertai dengan dokumen BC 2.5, BC 4.1, dan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Namun, pihaknya menduga bahwa barang-barang yang dikeluarkan dari dalam kawasan berikat PT. VDNI tidak dilengkapi dengan dokumen resmi seperti BC 2.5, BC 4.1, dan SPPB. Sehingga, menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikatakan ilegal.

“Untuk pengeluaran barang sebelumnya itu jelas tidak dilengkapi dengan dokumen resmi seperti BC 2.5, BC 4.1 maupun SPPB. Nah untuk kegiatan saat ini juga kami duga masih sama,” ucapnya.

Ironisnya, dugaan kegiatan ilegal di dalam kawasan berikat PT VDNI luput dari pantauan dan pengawasan pihak Bea Cukai. Padahal, kata dia, di wilayah PT VDNI ada kantor cabang Bea Cukai sehingga sangat mustahil untuk tidak mengetahui segala bentuk aktivitas di dalam kawasan berikat.

“Di PT VDNI itu ada kantor cabang Bea Cukai, sehingga menurut kami sangat mustahil mereka (Bea Cukai) tidak tahu tentang adanya kegiatan ilegal di kawasan berikat PT VDNI,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pressure di Dirjen Bea Cukai pusat dan Kejaksaan Agung RI guna mengungkap dugaan kegiatan ilegal di dalam Kawasan Berikat PT VDNI yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara.

“Dugaan kami ada pembiaran dari Bea Cukai Kendari sehingga kegiatan pengeluaran barang dari kawasan berikat PT VDNI bisa berjalan dengan mulus,” tutur Hendro.

Terakhir, pihaknya juga menegaskan telah mengantongi sejumlah bukti pengeluaran barang berupa limbah kabel dari Kawasan Berikat PT VDNI yang akan dijadikan sebagai bukti pelaporan di Dirjen Bea Cukai dan Kejaksaan Agung RI.

“Sejak bulan lalu kami sudah pantau kegiatan di kawasan berikat PT. VDNI, bahkan akibat sorotan dari kami (Ampuh Sultra) kegiatan di dalam sempat terhenti. Sekarang ini kami sudah kumpulkan bukti-bukti dan dokumentasi sebagai bahan laporan kami di pusat,” tutupnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kasus Penebangan Liar di Tahura Nipa-Nipa Mandek di Gakkum Kehutanan Kendari, Warga Resah Pelaku Masih Berkeliaran

4 November 2026 - 11:32 WITA

Geger Kasus Penyadapan, Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka

3 November 2026 - 21:38 WITA

Perkelahian di RTH Papalimba Kendari, Sejumlah Pemuda Luka-luka dan Satu Motor Rusak

2 November 2026 - 17:28 WITA

Enam Pelajar Diamankan Usai Diduga Terlibat Tawuran di Kendari, Polisi Sita Ketapel dan Mata Busur

31 Oktober 2026 - 16:40 WITA

Dua Tahun Laporan Pembakaran Sarang Walet Mandek, Praka Tasmin Pertanyakan Kinerja Polsek Poasia

30 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Diduga Ada Penyimpangan Dana Penelitian Rp 50 Juta, Mahasiswa Desak Rektor UHO Evaluasi Dekan FISIP

30 Oktober 2026 - 13:12 WITA

Trending di Hukrim