Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 19 Agu 2023 13:21 WITA ·

Oknum Anggota Polda Sultra Diduga Terlibat Kasus Peredaran Narkoba, WS: Tamparan Keras untuk Kapolda


 Wawan Soneangkano Perbesar

Wawan Soneangkano

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Salah satu aktivis Sulawesi Tenggara (Sultra), Wawan Soneangkano (WS) menyayangkan adanya oknum anggota Polda Sultra inisial FS yang diduga terlibat dalam pengedaran narkotika berjenis sabu-sabu.

Pernyataan itu disampaikan Wawan Soneangkano menyusul adanya pemberitaan sebelumnya di media ini terkait dugaan keterlibatan oknum anggota Polda Sultra inisial FS dalam penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 6,9 kg yang diungkap oleh Satresnarkoba Polres Nunukan bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka Nunukan pada Rabu, 2 Agustus 2023 lalu. Dalam kasus ini FS, diduga menjadi penghubung antara bandar dan pembeli atau pengendali.

“Hal ini sangat mencoreng nama baik institusi kepolisian sebagai lembaga penegak hukum yang dimana selama ini kita ketahui bahwa lembaga kepolisian lagi gencar-gencarnya dalam pemberantasan pengedaran narkoba, akan tetapi hal itu malah terjadi di tubuh institusi sendiri”, kata Wawan Soneangkano kepada media ini, Sabtu, 19 Agustus 2023.

Menurut Wawan, ini adalah sebuah tamparan keras untuk Kapolda Sultra atas kelakuan anggotanya. Sehingga wawan menegaskan agar proses pengungkapan kasus ini dilakukan secara transparan di hadapan publik.

“Polisi mestinya malu akan hal ini, karena sebuah kejahatan yang dapat merusak mental masyarakat ternyata ada juga yang lahir dari institusinya mereka sendiri. Artinya begini, polisi capek-capek mengejar pengedar dari luar ternyata ada juga di dalam rumahnya mereka, kan percuma juga. Karena kalau tertangkap 1 orang masyarakat, FS kemungkinan akan mencari masyarakat lain lagi sehingga dampaknya semakin meluas dan pengedaran tidak akan berhenti. Olehnya itu, bersihkan dari rumah sendiri dulu, baru masuk pada pencarian yang lebih luas”, sentil Wawan.

Untuk itu, Wawan mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera mencopot Kapolda Sultra karena diduga telah lalai dalam melakukan pembinaan terhadap anggotanya.

Selain itu, ia juga mendesak Kabid Propam Polda Sultra segera mengungkap di publik terkait proses hukum yang menjerat FS.

“Jangan sampai ada kong kalikong atau ditutup-tutupi sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa Polda Sultra membiarkan peredaran narkoba di tubuh kepolisian itu sendiri,” tutup wawan.(**)

Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diterjang Arus Selokan saat Hujan, Dua Balita di Lianosa Muna Meninggal Dunia

18 Maret 2026 - 01:10 WITA

Anton Timbang Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Sultra

17 Maret 2026 - 20:04 WITA

PB IKAMI Sulsel Soroti Penggiringan Opini dan Pemberitaan Tidak Berimbang Terkait Ketua Kadin Sultra

16 Maret 2026 - 21:24 WITA

DPD GPM Sultra Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Terkait Pemberitaan Penetapan Tersangka Anton Timbang

16 Maret 2026 - 17:38 WITA

Kursi Terbatas, Mediasi Sengketa PT TAS dan Pekerja di Kendari Diwarnai Ketegangan

16 Maret 2026 - 14:41 WITA

GMA Sultra Soroti Pemberitaan Dugaan Tersangka Anton Timbang, Tekankan Asas Praduga Tak Bersalah

16 Maret 2026 - 14:00 WITA

Trending di Hukrim