Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 23 Des 2025 18:23 WITA ·

Kasus Ijazah Palsu: Anggota DPRD Kendari La Ami Divonis Penjara 1 Tahun 6 Bulan


 Sidang pembacaan putusan kasus tindak pidana ijazah palsu dengan terdakwa La Ami. Foto: Istimewa Perbesar

Sidang pembacaan putusan kasus tindak pidana ijazah palsu dengan terdakwa La Ami. Foto: Istimewa

KENDARI – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari menjatuhkan hukuman 1 Tahun 6 bulan penjara kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari dari Partai Nasdem, La Ami, terdakwa kasus ijazah palsu.

Penjatuhan hukuman ini dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Arya Putra Negara Kutawaringin, dalam sidang yang digelar di ruang Wirjono Prodjowikoro PN Kendari, Selasa, 23 Desember 2025.

Majelis hakim menilai La Ami terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana menggunakan ijazah palsu.

“Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menggunakan ijazah palsu pada dakwan fakultatif utama, menjatuhkan hukuman pidana penjara satu tahun dan enam bulan,” tegas Arya.

Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana denda kepada La Ami senilai Rp 50 juta yang apabila tidak dipenuhi oleh terpidana maka diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan kurungan.

Kuasa Hukum La Ami, La Ode Suparno, menyatakan bahwa pihaknya akan mengajukan upaya hukum banding.

“Dalam pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim yang semuanya mempertimbangkan dari pada jaksa penuntut umum dan fakta-fakta yang kami hadirkan tidak dipertimbangkan sama sekali maka dengan ini kami dari kuasa hukum terdakwa langsung menyatakan banding,” kata La Ode Suparno.

La Ami didakwa melakukan tindak pidana menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu yang melanggar Pasal 69 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.(lin)

Artikel ini telah dibaca 614 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Perkara Ijazah Palsu, La Ami Anggota DPRD Kendari Resmi Dipidana

17 Agustus 2026 - 18:25 WITA

Curi Peralatan Bengkel di Rumah Kosong, Pria Bertato di Kendari Diamuk dan Diikat Warga di Pohon

17 Agustus 2026 - 16:03 WITA

Diduga Kuasai Lahan Warga untuk Jetty, PT IPIP dan KUPP Pomalaa Digugat

17 Agustus 2026 - 13:13 WITA

IMALAK Desak Polda Sultra Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Bibit Fiktif Rp26 Miliar

17 Agustus 2026 - 12:53 WITA

Demi Bayar Cicilan Mobil dan Modal Judol, Pria di Kendari Nekat Rampok Tas Karyawan BRILink

16 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pria di Muna Ditangkap Usai Diduga Begal Perempuan, Polisi Sita Motor dan Ponsel Korban

14 Agustus 2026 - 15:28 WITA

Trending di Hukrim