KONAWE – Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari melakukan pencarian terhadap 2 orang yang tersesat di hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Konawe, Sulawesi Tenggara. Kedua korban adalah Taufik (22) dan Dimas (22), mahasiswa geologi Universitas Haluoleo yang melakukan kuliah lapangan di daerah tersebut.
“Kami menerima laporan dari Dosen Pembimbing, Amritzal Nur, pada pukul 00.35 WITA, dan segera memberangkatkan Tim Rescue KPP Kendari menuju lokasi kejadian,” kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S.
Pencarian dimulai dengan jarak tempuh sekitar 68 km. Cuaca berawan berpotensi hujan membuat pencarian semakin sulit.
Pada pukul 02.30 WITA, Tim Rescue KPP Kendari tiba di lokasi kejadian, namun pencarian dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Pada pukul 07.00 WITA, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi 3 tim untuk menyisir area sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menggunakan peralatan SAR, termasuk drone thermal, palsar medis, dan peralatan komunikasi.
Unsur yang terlibat dalam pencarian ini antara lain Staf Ops KPP Kendari, Rescuer KPP Kendari, BPBD Konawe, Damkar Konawe, Fakultas Geologi, dan masyarakat sekitar.
Kronologis kejadian bermula pada tanggal 27 Januari 2026 pukul 07.00 WITA, ketika mahasiswa geologi Universitas Halu Oleo melakukan kuliah lapangan di Kecamatan Meluhu, Desa Sambasule. Kedua korban sempat bertemu dengan rekannya yang lain, namun kemudian tidak dapat dihubungi lagi dan tidak kembali ke titik pertemuan yang telah disepakati.
Pencarian masih terus dilakukan, dan perkembangan selanjutnya akan diinformasikan lebih lanjut.(red)








