KENDARI – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara mendesak Kapolda Sultra segera mencopot Kapolres Bau-Bau. Desakan itu muncul karena Kapolres dinilai gagal menjalankan supremasi hukum di wilayah Kota Bau-Bau.
Koordinator AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, menegaskan kondisi penegakan hukum di Kota Bau-Bau telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Ia menilai ada dugaan ketidakprofesionalan hingga indikasi keberpihakan dalam beberapa perkara yang mencuat sepanjang 2025–2026.
“Kapolda Sultra harus segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolres Bau-Bau karena dinilai gagal menjaga marwah institusi kepolisian serta gagal menegakkan supremasi hukum secara adil dan transparan,” tegas Firman dalam keterangan tertulis.
Soroti Empat Kasus Menonjol
AMAN Sultra menyoroti sejumlah kasus yang dinilai janggal dan tidak ditangani secara profesional oleh jajaran Polres Bau-Bau.
- Dugaan Penggelapan Barang Bukti Emas
Pada 2026, muncul dugaan penggelapan barang bukti emas yang dilakukan oknum Polres Bau-Bau. Kasus ini dinilai mencederai integritas aparat karena barang bukti seharusnya berada dalam pengawasan ketat kepolisian.
- Korban Pengeroyokan Ditetapkan Tersangka
Firman juga menyoroti penetapan tersangka terhadap korban pengeroyokan di kawasan Kilo 5, Kota Bau-Bau, pada 2026. Proses hukum itu dinilai menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat karena korban justru ditetapkan sebagai tersangka.
- Dugaan Back Up Aktivitas Ilegal PT BBDM
Dugaan keterlibatan oknum Polres Bau-Bau dalam membekingi aktivitas ilegal PT BBDM pada 2026 turut menjadi perhatian. Menurut Firman, aparat seharusnya bersikap netral dan tidak terlibat dalam kepentingan tertentu yang dapat mencoreng citra institusi.
- Penanganan Kasus Ancaman Pembunuhan Mandek
AMAN juga menyoroti dugaan mandeknya penanganan perkara ancaman pembunuhan terhadap seorang warga Bau-Bau pada 2025. Hingga kini, kasus tersebut disebut belum menunjukkan perkembangan signifikan sehingga memicu kekecewaan korban dan masyarakat.
Minta Evaluasi Total
Firman menilai rangkaian persoalan itu menjadi bukti lemahnya penegakan hukum di Polres Bau-Bau. Ia meminta Kapolda Sultra turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolres beserta jajaran.
“Jika tidak ada langkah tegas dari Kapolda Sultra, maka kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan semakin menurun. Kami meminta evaluasi total terhadap jajaran Polres Bau-Bau,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bau-Bau dan Polda Sultra belum memberikan tanggapan resmi atas desakan tersebut.(red)
















