Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 14 Des 2022 05:47 WITA ·

Soal Kebiadaban KKB Papua, Aktivis Sultra Minta Pemerintahan Pusat Bersikap Tegas


 Irwan Sangia, salah satu aktivis asal Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa
Perbesar

Irwan Sangia, salah satu aktivis asal Sulawesi Tenggara. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Akhir-akhir ini warga negara Indonesia terkhusus warga Sulawesi Tenggara(Sultra) digegerkan dengan adanya tragedi kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang kembali berulah dan memakan korban jiwa.

Ada 3 orang yang menjadi korban kekejaman KKB Papua kali ini. Tiga korban tersebut berasal dari Kabupaten Muna dan Muna Barat Provisi Sultra yang merantau di tanah Papua untuk mencari nafkah demi kebutuhan keluarganya.

“Kami dapatkan barita duka bahwa ada tiga saudara kami, orang tua kami sebagai perantauan mencari nafkah di tanah Papua telah gugur menjadi korban dari kebiadaban oleh kelompok kriminal bersenjata Papua di Kabupaten Pegunungan Bintang Oksibil Papua pada hari Senin, 5 Desember 2022″, ungkap salah satu aktivis Sultra, Irwan Sangia.

Dengan adanya peristiwa ini, ia meminta kepada pemerintah pusat untuk bersikap tegas dan jangan terdiam seakan menutup mata atas insiden yang menimpa tiga nyawa warga sipil perantauan asal kabupaten Muna dan Muna Barat itu.

“Kami tekankan kepada pihak pemerintah pusat terkhusus Presiden RI, Menkopolhukam, Menhan, Panglima TNI,dan Kapolri untuk segera melakukan penindakan secara serius, sebab kebiadaban KKB Papua semakin memanas dan merajalela, hal ini tentu akan mengancam keselamatan warga dan perantauan yang mencari nafkah di tanah Papua”, tegas alumni FISIP UHO itu.

Tragedi tersebut, lanjut Irwan, bukan pertama kalinya terjadi di tanah Papua bahkan sudah banyak korban yang berjatuhan akibat serangan bersenjata dari KKB Papua. Hal ini, kata Irwan, menunjukkan lemahnya sikap pemerintahan pusat dalam melakukan penanganan terhadap kelompok separatis atau KKB Papua.

Olehnya itu, ia berharap agar pemerintahan pusat lebih tegas dan serius dalam pemberantasan KKB Papua sehingga warga sipil bisa hidup aman, damai dan tentram di Tanah Papua tanpa ada lagi ancaman dari kelompok separatis atau KKB Papua.

Penulis: Husain

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Wanita Penyandang Disabilitas di Kendari Diduga Diperkosa Tetangga hingga Hamil dan Keguguran

4 Juli 2026 - 19:40 WITA

Aksi di Kejati Sultra, KAH Minta Penyidik Dalami Peran Oknum PT Carsurin

3 Juli 2026 - 16:21 WITA

Empat Tahanan Kabur dari Rutan Polres Kolaka Utara Berhasil Ditangkap, Tujuh Masih Diburu

3 Juli 2026 - 15:02 WITA

Dugaan Peredaran Rokok Ilegal di Baubau Mencuat, Aparat Diminta Bongkar Jaringannya

3 Juli 2026 - 13:07 WITA

Dua dari 11 Tahanan Kabur di Kolaka Utara Ditangkap, Sembilan Masih Diburu

2 Juli 2026 - 19:28 WITA

11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur, Baru Satu Orang Berhasil Ditangkap

2 Juli 2026 - 16:39 WITA

Trending di Hukrim