KENDARI – Gerakan Pemuda Pejuang Sulawesi Tenggara (Gempur Sultra) menyoroti keberadaan toko penjual minuman keras (miras) UD 88 yang disebut berada di sekitar rumah ibadah di Jalan Sorumba, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Ketua Umum Gempur Sultra, Sawal Petrus, menilai keberadaan toko tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah karena diduga berdekatan dengan tempat ibadah. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan legalitas usaha maupun kesesuaian lokasi usaha dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Kami meminta Pemerintah Kota Kendari, Satpol PP, Dinas Perdagangan, serta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap legalitas usaha tersebut, termasuk memastikan apakah lokasi penjualannya telah memenuhi ketentuan perizinan,” ujar Sawal, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia mengatakan, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Kendari yang mengatur penjualan minuman beralkohol, lokasi usaha wajib memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk memperhatikan keberadaan fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Karena itu, Gempur Sultra meminta pemerintah melakukan peninjauan lapangan secara objektif dan transparan. Apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan perizinan maupun aturan daerah, pihaknya meminta pemerintah mengambil tindakan sesuai peraturan yang berlaku.
Selain itu, Sawal mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada DPRD Kota Kendari sekitar enam bulan lalu. Namun, hingga kini surat tersebut disebut belum mendapat tanggapan.
“Sebelumnya kami sudah memasukkan surat permohonan RDP ke DPRD Kota Kendari, tetapi sampai hari ini belum ada balasan. Padahal surat itu sudah kami masukkan sekitar enam bulan yang lalu,” katanya.
Sawal menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan usaha yang telah memenuhi ketentuan hukum. Namun, menurutnya, apabila lokasi penjualan minuman keras berada sangat dekat dengan rumah ibadah, hal tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Kami tidak menolak usaha yang legal, tetapi jika memang lokasinya berada sangat dekat dengan tempat ibadah, tentu perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Ketertiban dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak UD 88, Pemerintah Kota Kendari, maupun DPRD Kota Kendari belum memberikan tanggapan atas pernyataan yang disampaikan Gempur Sultra. (red)
















