Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 8 Mei 2026 11:41 WITA ·

Ancam Bunuh Pakai Pisau, Pria di Buton Selatan Setubuhi Adik Ipar di Kamar Mandi


 Personil Unit PPA Satreskrim Polres Buton saat memeriksa saksi dalam kasus persetubuhan. Foto: Istimewa Perbesar

Personil Unit PPA Satreskrim Polres Buton saat memeriksa saksi dalam kasus persetubuhan. Foto: Istimewa

BUTON SELATAN — Seorang remaja putri berinisial WH (17), warga Kabupaten Buton Selatan, menjadi korban persetubuhan yang diduga dilakukan kakak iparnya sendiri, LR (25).

Peristiwa itu terjadi di dalam kamar mandi rumah korban Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan, Senin, 4 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.

Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, mengatakan kejadian bermula saat korban bersama rekannya pulang dari sebuah acara joget. Setibanya di rumah, korban dan rekannya sempat makan bersama.

Tidak lama kemudian, pelaku mengajak korban berbicara di belakang rumah. Saat itu, pelaku mengancam korban menggunakan sebilah pisau dan mengancam akan membunuh korban jika menolak keinginannya.

“Korban diancam oleh terlapor dengan menggunakan pisau dan mengancam akan membunuh korban,” jelas Sunarton.

Karena merasa terancam, korban terpaksa menuruti permintaan pelaku untuk masuk ke dalam kamar mandi. Di lokasi tersebut, pelaku diduga memaksa korban melepaskan pakaian yang dikenakannya sebelum melancarkan aksi persetubuhan.

“Setelah melakukan perbuatannya, pelaku meminta korban agar tidak memberitahukan kejadian itu kepada orang lain,” ujar Sunarton.

Merasa keberatan atas kejadian yang dialaminya, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Lapandewa. Laporan itu tercatat dengan Nomor LP/B/02/V/2026/SPKT/Polsek Lapandewa/Polres Buton Dipasarwajo/Polda Sultra tertanggal 5 Mei 2026.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Lapandewa bergerak cepat mengamankan pelaku,” kata Sunarton.

Saat ini, kasus tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Buton. Dalam pemeriksaan, pelaku disebut telah mengakui perbuatannya.

Selain memeriksa pelaku, personel Unit PPA Satreskrim Polres Buton juga telah meminta keterangan sejumlah saksi dengan mendatangi langsung kediaman mereka di wilayah Kota Baubau.

Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 473 ayat (1), ayat (2) huruf b, ayat (3) huruf a, dan ayat (4) subsider Pasal 415 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(lin)

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kasus Penganiayaan Berulang, Ampuh Sultra Desak Pemkot Cabut Izin THM Exodus Kendari

8 Mei 2026 - 14:12 WITA

Resahkan Warga, Pencuri Sapi Modus Mutilasi di Muna Barat Akhirnya Ditangkap

6 Mei 2026 - 16:37 WITA

Sudah 6 Bulan Diselidiki, Nasib Kasus Dana BOK-JKN Puskesmas Katobu Belum Jelas

6 Mei 2026 - 14:32 WITA

Iming-imingi Jabatan di Pemprov, Kades di Konut Diduga Tipu ASN Rp30 Juta

6 Mei 2026 - 13:53 WITA

Lapor Polisi Usai Dianiaya, Karyawan PT PPA Konut Justru Dapat Intimidasi dan Ancaman PHK

6 Mei 2026 - 12:31 WITA

Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD Konut, Tipidkor Polda Sultra Panggil Mantan Sekwan

6 Mei 2026 - 11:49 WITA

Trending di Hukrim