Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 13 Mei 2026 20:27 WITA ·

Tragis! Bocah di Kolaka Tewas Terseret Arus Selokan


 Jenazah korban inisial MAK (8) saat di evakuasi di ke Puskesmas Pomala Kolaka. Foto: Istimewa Perbesar

Jenazah korban inisial MAK (8) saat di evakuasi di ke Puskesmas Pomala Kolaka. Foto: Istimewa

KOLAKA – Hanya karena ingin menyelamatkan sandal yang hanyut, ternyata membuat MAK (8) kehilangan nyawa. Bocah itu terseret arus selokan di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Selasa, 12 Mei 2026 sore.

Peristiwa terjadi saat hujan mengguyur dan MAK bersama teman-temannya bermain di sekitar TK Muhammadiyah sekitar pukul 15.00 Wita. Saat bermain, sandal miliknya terjatuh ke dalam selokan di samping sekolah.

Berniat mengambil, MAK justru terpeleset dan jatuh ke saluran air. Arus yang deras langsung menyeretnya.

“Korban ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita di saluran air depan rumah warga dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, Aiptu Riswandi, Rabu, 13 Mei 2026.

30 Menit Berjuang, Nyawa Tak Tertolong

Warga dan tim gabungan segera mengevakuasi MAK setelah ditemukan. Bocah itu langsung dilarikan ke Puskesmas Pomalaa untuk pemeriksaan medis. Namun, nyawanya tak tertolong. Petugas menyatakan MAK telah meninggal dunia saat tiba di puskesmas.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Padamarang, Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa. Keluarga merencanakan pemakaman pada hari yang sama, Rabu, 13 Mei 2026.

Keluarga Ikhlas, Polisi Lakukan Olah TKP 

Unit Reskrim Polsek Pomalaa telah mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta visum et repertum, dan memeriksa sejumlah saksi.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam peristiwa ini. “Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan bersedia membuat surat penolakan autopsi,” pungkas Aiptu Riswandi.

Kisah MAK menjadi pengingat pahit. Di balik canda anak-anak yang bermain hujan, ada bahaya tersembunyi di selokan dan saluran air. Satu sandal hanyut merenggut nyawa. Satu keluarga kehilangan tawa kecil yang tak akan pulang lagi (lin)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mengaku Jaksa Kejati Sultra, Pria di Kendari Tipu Korban hingga Rp69 Juta

13 Mei 2026 - 10:22 WITA

Di Balik Laporan Polisi: Motor Jadi Jaminan Cinta, Berujung Dugaan Penggelapan

12 Mei 2026 - 17:19 WITA

Polda Sultra Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan korupsi Eks Sekwan Konawe Utara

11 Mei 2026 - 17:43 WITA

Demo Korupsi Cirauci II Ricuh, Auditor Kejati Terluka, 1 Mahasiswa Diamankan

11 Mei 2026 - 17:24 WITA

Mahasiswa Tantang Kajati Sultra Usut Bupati Bombana di Kasus Korupsi Jembatan Cirauci II

11 Mei 2026 - 17:08 WITA

Lepas Tikus dan Sembelih Ayam Warnai Demo Mandeknya Kasus Korupsi Cirauci II

11 Mei 2026 - 14:20 WITA

Trending di Hukrim