Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 25 Jul 2026 21:45 WITA ·

Polisi Gerebek Penebangan Liar Pohon Jati di Hutan Lindung Buton Selatan, Lima Orang Diamankan


 Lima pelaku penebangan liar pohon jati di kawasan Hutan Lindung Buton Selatan ditangkap polisi. Foto: Istimewa Perbesar

Lima pelaku penebangan liar pohon jati di kawasan Hutan Lindung Buton Selatan ditangkap polisi. Foto: Istimewa

BUTON SELATAN – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buton menangkap lima pria yang diduga terlibat dalam kasus penebangan liar pohon jati di kawasan hutan lindung di Desa Hendea, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu, 25 Juli 2026.

Kelima terduga pelaku masing-masing berinisial MA (28), H (60), LOM (37), L (60), dan A (29).

Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas penebangan pohon menggunakan mesin gergaji rantai (senso) di lokasi kejadian.

“Dari hasil pengecekan, ditemukan lima orang yang masih melakukan penebangan pohon jati. Saat itu juga mereka langsung diamankan bersama barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas tersebut,” ujar AKP Sunarton.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menemukan tumpukan gelondongan kayu jati yang telah ditebang dan siap diangkut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kayu jati tersebut rencananya akan dibawa ke Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau. Sebagian lainnya disebut telah berada di lokasi penampungan di sekitar jalan usaha tani di wilayah yang sama.

Dalam operasi tersebut, Tim URC Satreskrim Polres Buton turut menyita dua unit mesin chainsaw dan satu unit truk yang diduga digunakan untuk mengangkut gelondongan kayu hasil penebangan.

Dari keterangan para operator mesin senso, mereka mengaku direkrut oleh MA dengan upah sebesar Rp600.000 per kubik kayu yang dipotong.

Sementara itu, MA mengaku kayu yang telah diolah selanjutnya akan dimuat ke dalam kontainer untuk dikirim melalui Pelabuhan Baubau.

Saat ini, kelima terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Buton untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Penyidik dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) di wilayah Buton Selatan untuk melakukan lacak balak guna memastikan lokasi penebangan pohon jati tersebut berada di dalam kawasan hutan lindung,” kata AKP Sunarton. (lin)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polda Sultra Sisir PETI Bombana, AMAN Desak Penangkapan Pelaku Jika Terbukti Terlibat

25 Juli 2026 - 18:56 WITA

BSI Terseret dalam Polemik Lahan Puuwatu Kendari, MAP HUKUM Sultra Desak Beri Penjelasan

25 Juli 2026 - 10:26 WITA

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Mahasiswa di Kendaari Ditangkap Polisi

24 Juli 2026 - 20:53 WITA

Polresta Kendari Tangkap Tersangka Persetubuhan Anak Usai Diamankan Keluarga

24 Juli 2026 - 20:33 WITA

Polresta Kendari Tangkap Pelaku Begal dan Curanmor, Ungkap 7 Kasus di Kota Kendari

24 Juli 2026 - 20:02 WITA

Sinergi TNI-Polri dan Pemda Bombana Berantas Tambang Ilegal, Puluhan Mesin Disita

24 Juli 2026 - 17:48 WITA

Trending di Hukrim