Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 6 Mei 2026 22:21 WITA ·

Yayasan Dharul Ashar Bantah Tudingan Pungli: 430 Rumah di Kabaena Nikmati Air Bersih


 Pengelola Operasional Yayasan Dharul Ashar, Kaharudin. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Pengelola Operasional Yayasan Dharul Ashar, Kaharudin. Foto: Penafaktual.com

BOMBANA – Yayasan Kesejahteraan Masjid dibawa asuhan Yayasan Dharul Ashar membantah tudingan pungutan liar dalam penyaluran air bersih ke sejumlah desa di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Bantahan itu disampaikan Pengelola Operasional Yayasan Dharul Ashar, Kaharudin, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Selasa, 6 Mei 2026.

Kaharudin menegaskan iuran yang diberlakukan merupakan hasil kesepakatan bersama antara pengelola dan masyarakat pengguna layanan. Ia memastikan hingga kini tidak ada keluhan dari warga.

“Sampai hari ini tidak ada pengguna yang mengeluh. Bahkan masyarakat berlomba-lomba mau pasang,” ujarnya.

Sebelumnya, Lembaga Garda Muda Anoa Sultra (GMA-Sultra) mendesak aparat penegak hukum memeriksa Yayasan Dharul Ashar. GMA-Sultra menduga yayasan itu mengelola dan mengomersialkan sumber mata air di Kabaena tanpa izin badan hukum dan izin SPAM, serta memungut iuran Rp45.000–Rp90.000 per bulan dari warga.

Menanggapi tudingan itu, Kaharudin menegaskan pengelolaan air bersih telah dikoordinasikan dengan pemerintah setempat, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Tidak mungkin kami bergerak tanpa izin. Kegiatan ini juga diawasi oleh Dinas PU Bombana, apalagi kami menggunakan jalur jalan,” ujarnya.

Ia juga membantah iuran bersifat pungli. Menurutnya, pungutan diberlakukan setelah ada kesepakatan dengan warga dan baru diterapkan usai layanan gratis selama 13 bulan. Dana iuran digunakan untuk operasional pengurus teknis di lapangan.

Kaharudin menjelaskan, program penyaluran air bersih berangkat dari kepedulian yayasan terhadap sulitnya akses air bersih di Pulau Kabaena. Pemasangan instalasi pipa dimulai sejak awal 2025 dan selama lebih dari satu tahun pendistribusian air dilakukan gratis.

“Selama 13 bulan itu gratis,” katanya.

Hingga kini, layanan air bersih Yayasan Dharul Ashar telah menjangkau sekitar 430 rumah di tiga kecamatan di Pulau Kabaena. Desa yang terlayani antara lain Baliara Selatan, Baliara Kota, Sikeli, Lahambuu, Teomokole, dan Langkema.

“Intinya sudah tiga kecamatan yang kami layani,” jelas Kaharudin.

Program tersebut mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga Kelurahan Sikeli, Abdulah, mengaku layanan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari.

Warga Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Abdulah. Foto: Penafaktual.com

“Dari dulu kami tidak pernah merasakan air bersih. Kalau bantuan perpipaan dari pemerintah, biasanya hanya bertahan satu dua hari saja,” katanya.

Ia menilai iuran yang diterapkan tidak memberatkan karena pemasangan instalasi sebelumnya gratis.

“Bukan memberatkan. Kalau tidak ada iuran, siapa yang akan mengurus? Apalagi pemasangan pipanya gratis,” ujarnya.

Warga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Dharul Ashar atas upaya menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat, termasuk di wilayah pesisir Pulau Kabaena hingga Pulau Sogori.(lin)

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Rumah Warga di Tinanggea Konsel Terbakar, Motor hingga Dokumen Penting Ikut Hangus

2 Oktober 2026 - 13:23 WITA

Pria 63 Tahun di Muna Hilang, Sudah 2 Hari 3 Malam Belum Pulang

29 September 2026 - 09:24 WITA

Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Kolono Rutin Gelar KRYD Malam Hari

29 September 2026 - 08:09 WITA

27 Siswa SMA di Konawe Alami Gatal dan Muntah Usai Santap MBG, Dievakuasi ke RS

24 September 2026 - 15:57 WITA

Berawal dari Ambil Sampel, Berakhir Petaka: 4 Pekerja PT KDI Tewas di Lokasi Tambang

23 September 2026 - 15:14 WITA

Kecelakaan Kerja di Tambang PT KDI Konut, Empat Pekerja Tewas Tertimbun Longsor

23 September 2026 - 14:32 WITA

Trending di Daerah