PENAFAKTUAL.COM, MUNA – PC PMII Muna menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muna dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Sidodadi.
Ketua Kaderisasi PC PMII Muna, Muh Sulaeman mengatakan, pihak DLH Muna belum menjalankan komitmen yang telah dibangun pasca gerakan yang dilakukan pada tanggal 12 September 2024 silam untuk menyelesasikan persoalan tumpukan sampah di TPAS Sidodadi.
“Sampai hari ini, kondisi sampah di TPAS tidak berubah, tidak ada perlakuan khusus dari Pemda Muna untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ucapnya kepada awak media, Rabu, 25 Desember 2024.
“Saat aksi kemarin, kami memblokade TPAS tersebut, namun karena adanya permintaan khusus dari Kadis DLH Muna, kami membuka blokade tersebut dengan komitmen dalam beberapa minggu kedepan, sampah yang menumpuk akan dituntaskan,” sambungnya.
Lanjut Sulaeman, atas kondisi TPAS saat ini, Kadis DLH Muna menunjukan ketidak sanggupannya dalam menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah di Muna sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengolahan sampah.
“Saya pikir jelas aturan pengolahan sampah, tetapi Kadis DLH Muna sampai hari ini belum juga mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah sampah di PTAS Sidodadi,” ujar Wakil Ketua Karang Taruna Kelurahan Sidodadi itu.
Sulaeman sangat menyayangkan sikap dari Kadis DLH Muna yang tidak peka terhadap keluhan masyarakat sidodadi, sehingga pihaknya dalam waktu dekat akan kembali mempresur persoalan tersebut.
“Saya akan kembali melakukan gerakan dalam waktu dekat ini, karena melihat ketidak seriusan dari Kadis DLH Muna,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna, LM Yakub yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya maksimal untuk mengatasi persoalan sampah di lingkup Kota Raha dan sekitarnya.
“Jadi bukan berarti kita belum mengambil langkah-langkah untuk mengatasi peroalan sampah, hanya saja memang sampah di Muna ini sangat banyak, karena kalau satu minggu saja itu sampahnya sudah menumpuk. Apalagi di hari libur begini”, kata LM Yakub melalui panggilan Whatssap, Kamis, 26 Desember 2024.
Selain itu, wilayah kerja yang terlalu luas juga menjadi salah satu penyebab banyaknya sampah. Luas wilayah kerja sekitar 200 KM, sementara mobil kita hanya 9 unit dengan kondisi mobil yang sempoyongan. Yang normal itu hanya 1 mobil karena usia mobil sudah sekita 30 tahun”, beber Yakub.
Saat ini, pihaknya sedang merencanakan pembangunan empat zona tempat sampah agar sampah-sampah yang ada di Muna bisa terurai. “Kita akan bangun empat zona, sekarang ini kita baru bangun satu zona, karena kita sesuaikan dengan kemampuan angggaran juga”, ungkapnya.(cen)