KENDARI – Ribuan masyarakat Muna dari berbagai daerah berkumpul dalam Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara di kawasan Eks MTQ Kendari, Minggu 19 Juli 2026. Gelak tawa, sapaan hangat, dan penampilan budaya khas mewarnai acara yang menjadi momentum mempererat tali persaudaraan “Kawunaha”.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Muh Saleh, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, silaturahmi akbar tidak hanya menjadi ajang temu keluarga, tetapi juga ruang memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan.
Perkuat Nilai Persaudaraan Lintas Status
Muh Saleh menilai kegiatan ini memiliki makna besar karena mempertemukan masyarakat Muna dari berbagai daerah, latar belakang, profesi, dan status sosial dalam suasana kekeluargaan.
“Inilah indahnya silaturahmi. Ketika kita berkumpul, tidak ada lagi perbedaan jabatan, pekerjaan, maupun status sosial. Yang ada hanyalah rasa sebagai satu keluarga besar Muna yang saling menghargai, saling menguatkan, dan saling mendoakan. Nilai seperti inilah yang harus terus kita rawat,” ujarnya.
Budaya Jadi Jembatan Pemersatu
Kemeriahan acara ditandai dengan penampilan budaya khas Muna seperti Ewa Muna, Tari Linda, Lomba Ketangkasan Kuda, serta beragam atraksi seni dan tradisi lainnya. Setiap penampilan dinilai mengandung pesan penting tentang pelestarian warisan leluhur.
Menurut Muh Saleh, budaya merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan hati. Melalui budaya, masyarakat belajar menghargai sejarah, memperkuat identitas, sekaligus menanamkan nilai gotong royong kepada generasi muda.
“Budaya bukan sekadar pertunjukan, tetapi cerminan jati diri. Ketika budaya terus dilestarikan, maka rasa memiliki terhadap daerah asal dan semangat persaudaraan akan tetap hidup. Inilah modal besar untuk membangun masyarakat yang rukun dan harmonis,” ungkapnya.
Kemegahan acara juga tercermin dari penyajian sekitar 1.228 dulang secara gotong royong oleh masyarakat. Dalam kesempatan itu, Muh. Saleh turut mempersembahkan lima dulang berisi makanan khas Muna sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi.
Harap Jadi Agenda Berkelanjutan
Muh Saleh berharap Silaturahmi Akbar KKMM Sulawesi Tenggara terus menjadi agenda tahunan. Ia menekankan kegiatan ini harus menjadi ruang mempererat hubungan lintas generasi dan melahirkan gagasan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga semangat kebersamaan yang kita rasakan hari ini tidak berhenti ketika acara usai. Jadikan silaturahmi ini sebagai energi untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya, dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi daerah, bangsa, dan negara,” tutup Muh Saleh.
Silaturahmi Akbar KKMM Sulawesi Tenggara turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Anggota DPD RI, para bupati dan wakil bupati se-Sulawesi Tenggara, tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan masyarakat Muna dari berbagai penjuru Nusantara.(red)
















