Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 9 Feb 2026 22:17 WITA ·

Terkuak! Perusahaan Pemenang Tender Pengadaan Kapal Pesiar Sultra Ternyata Tak Memenuhi Syarat


 Tiga saksi diperiksa pada sidang kasus korupsi kapal pesiar Azimut Yachts Atlantis Pemprov Sultra. Foto: penafaktual.com Perbesar

Tiga saksi diperiksa pada sidang kasus korupsi kapal pesiar Azimut Yachts Atlantis Pemprov Sultra. Foto: penafaktual.com

KENDARI – Sidang lanjutan kasus tindak pidana korupsi pengadaan kapal pesiar Azimut Yachts Atlantis 43 pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Senin, 9 Februari 2026.

Sidang yang dilaksanakan di Ruang Kusumah Atmadja PN Kendari ini, agendanya pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati Sultra).

Persidangan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Frans Wempie Supit Pengemanan didampingi dua hakim anggota, yakni Muh Nurjalil dan Mhardian Hamdani.

Sidang kali ini JPU menghadirkan tiga orang saksi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sultra, yang masing-masing bernama Decky Rafy, Surya Purnomo, dan Tjiji Yustinaresa.

Ketiga saksi tersebut berperan sebagai anggota Kelompok Kerja (Pokja) pengadaan kapal pesiar Azimut Yachts Atlantis 43, dengan Decky Rafy sebagai ketua.

Dalam persidangan terkuak bahwa Pokja meloloskan CV Wahana sebagai pemenang tender, padahal perusahaan itu tidak memenuhi kualifikasi.

“Perusahaan terdakwa Aini Landia (Direktur Utama CV Wahana), penyedia, itu tidak memenuhi kualifikasi dalam mengikuti tender,” kata Ahmad Fajar Adi, kuasa hukum terdakwa Aini Landia.

Menurut Ahmad Fajar, Kode Kualifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI) milik CV Wahana yaitu 2.0101, dengan spesifikasi usaha di bidang perbaikan kapal.

Sementara persyaratan perusahaan yang mengikuti proses tender pengadaan kapal seharusnya memiliki  Kode KBLI 30120, dengan spesifikasi usaha di bidang Industri pembuatan kapal dan perahu untuk tujuan wisata atau rekreasi dan olahraga.

“Anehnya kenapa (tender) dilanjutkan, padahal secara kualifikasi perusahaan dia (CV Wahana) tidak memenuhi syarat,” kata Fajar Ahmad.

Selain itu, perusahaan juga diwajibkan memiliki dokumen pendukung dari perusahaan distributor. Ahmad Fajar mengatakan CV Wahana tidak memiliki dokumen itu.

“Klien kami (Aini Landani) tidak pernah meng-upload (dokumen) dukungan, tapi tiba-tiba dukungan itu ada,” jelas Ahmad Fajar.

Ahmad Fajar mengatakan, dalam proses tender pengadaan kapal, Tim Pokja telah gagal melakukan pemeriksaan secara detail terhadap perusahaan peserta tender sehingga terjadi tindak pidana korupsi.

“Jangan sampai mungkin ada sesuatu hal. Kita juga tidak tau kan. Seharusnya Pokja ini juga menjadi tersangka dalam perkara ini. Karena (mereka) meloloskan sesuatu hal yang seharusnya lolos pada saat pengadaan,” pungkas Ahmad Fajar.

Dalam kasus ini, sebanyak tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang proses persidangan. Masing-masing terdakwa yaitu Idris, eks Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Biro Umum Setda Sultra, eks Kepala Biro Umum Setda Sultra, Aslaman sadik, berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dan Direktur CV Wahana Aini Landia.(red)

Artikel ini telah dibaca 351 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Berulang Kali Tebang Pohon Ilegal di Kawasan Tahura Nipa-Nipa, Dua Warga Soropia Konawe Terancam Pidana

9 Oktober 2026 - 12:35 WITA

Oknum Satpol PP Sultra Ditangkap, Diduga Aniaya Mahasiswa HMI Saat Demo di Kantor Gubernur

8 Oktober 2026 - 19:25 WITA

Curi Barang di Rumah Dinas SDN 1 Lambandia Koltim, Dua Pria Ditangkap Polisi 

8 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Pembalakan Liar di Tahura Nipa-Nipa Terbongkar, Dua Warga Soropia Konawe Diamankan

7 Oktober 2026 - 12:54 WITA

65 Koperasi Merah Putih di Kendari Belum Kantongi PBG, Gerai Kasilampe Diduga Langgar GSJ

6 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Berawal dari Telepon Masuk, Begini Kronologi Suami Tusuk Istri hingga Tewas di Konsel!

6 Oktober 2026 - 14:33 WITA

Trending di Hukrim