BUTON TENGAH – Seorang pemuda bernama Muh. Fauzan Rahan Jamtel (22), diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senapan angin di Desa Bantea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
Diketahui, Muh Fauzan merupakan warga asal Desa Pajala, Kecamatan Manginti, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu (8/2/2026) dini hari, dan kini tengah dalam penyelidikan oleh Kepolisian Resor Buteng.
Berdasarkan keterangan pelapor yang juga kakak korban, Kurniawan Rahan Jamtel (24), peristiwa bermula pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban bersama sejumlah rekannya berada di rumah seorang teman di Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu.
Tak lama berselang, mereka menerima ajakan menghadiri acara joget di Desa Matombura, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna. Korban kemudian berangkat berboncengan dengan rekannya, Zulkifli.
Setibanya di lokasi, suasana yang semula meriah berubah tegang. Sekitar pukul 02.30 Wita terjadi keributan di dalam arena acara yang melibatkan korban. Keributan tersebut berhasil diredam setelah adik korban, La Ansar, memanggil Zulkifli untuk membantu melerai.
”Beruntung, keributan tersebut berhasil diredam setelah adik korban, La Ansar, memanggil Zulkifli untuk membantu melerai,” katanya, Sabtu (14/02/2025).
Usai kejadian itu, korban bersama rombongan memutuskan kembali ke Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah. Namun, dalam perjalanan pulang, mereka berpapasan dengan sepeda motor yang melaju ugal-ugalan sambil menarik gas keras.
Sejumlah rekan korban kemudian mengejar pengendara tersebut. Sepeda motor yang dikejar berhenti di Desa Bantea, Kecamatan Gu, yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya rekan-rekan pengendara itu.
Situasi kembali memanas. Saat rombongan tiba, beberapa orang di lokasi berhamburan meninggalkan tempat kejadian. Di tengah ketegangan tersebut, korban sempat melihat seseorang memegang senapan angin.
Merasa situasi tidak kondusif, rombongan korban bergegas meninggalkan lokasi. Namun, saat korban hendak menaiki sepeda motor untuk melanjutkan perjalanan, terdengar suara letusan. Tembakan senapan angin itu mengenai korban.
Korban baru menyadari dirinya terluka saat tiba di Desa Lakapera, Kecamatan Gu. Ia kemudian diantar pulang ke rumahnya untuk mendapatkan penanganan.
Hingga kini, identitas terduga pelaku masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Kapolres Buton Tengah, AKBP Wahyu Adi Waluyo, membenarkan peristiwa tersebut.
“Sementara masih dalam penyelidikan. Kemarin baru diperiksa tiga saksi. Perkembangannya nanti akan kami sampaikan,” ujarnya. (lin)















