Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 14 Feb 2026 15:04 WITA ·

Pemuda Asal Muna Barat Diduga Ditembak Senapan Angin di Buton Tengah, Polisi Selidiki Pelaku


 Korban dugaan penembakan senapan angin, Muh Fauzan Rahan Jamtel (22) sedang menjalani perawatan. Foto: Istimewa Perbesar

Korban dugaan penembakan senapan angin, Muh Fauzan Rahan Jamtel (22) sedang menjalani perawatan. Foto: Istimewa

BUTON TENGAH – Seorang pemuda bernama Muh. Fauzan Rahan Jamtel (22), diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senapan angin di Desa Bantea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Diketahui, Muh Fauzan merupakan warga asal Desa Pajala, Kecamatan Manginti, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu (8/2/2026) dini hari, dan kini tengah dalam penyelidikan oleh Kepolisian Resor Buteng.

Berdasarkan keterangan pelapor yang juga kakak korban, Kurniawan Rahan Jamtel (24), peristiwa bermula pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban bersama sejumlah rekannya berada di rumah seorang teman di Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu.

Tak lama berselang, mereka menerima ajakan menghadiri acara joget di Desa Matombura, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna. Korban kemudian berangkat berboncengan dengan rekannya, Zulkifli.

Setibanya di lokasi, suasana yang semula meriah berubah tegang. Sekitar pukul 02.30 Wita terjadi keributan di dalam arena acara yang melibatkan korban. Keributan tersebut berhasil diredam setelah adik korban, La Ansar, memanggil Zulkifli untuk membantu melerai.

‎”Beruntung, keributan tersebut berhasil diredam setelah adik korban, La Ansar, memanggil Zulkifli untuk membantu melerai,” katanya, Sabtu (14/02/2025).

Usai kejadian itu, korban bersama rombongan memutuskan kembali ke Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah. Namun, dalam perjalanan pulang, mereka berpapasan dengan sepeda motor yang melaju ugal-ugalan sambil menarik gas keras.

Sejumlah rekan korban kemudian mengejar pengendara tersebut. Sepeda motor yang dikejar berhenti di Desa Bantea, Kecamatan Gu, yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya rekan-rekan pengendara itu.

Situasi kembali memanas. Saat rombongan tiba, beberapa orang di lokasi berhamburan meninggalkan tempat kejadian. Di tengah ketegangan tersebut, korban sempat melihat seseorang memegang senapan angin.

Merasa situasi tidak kondusif, rombongan korban bergegas meninggalkan lokasi. Namun, saat korban hendak menaiki sepeda motor untuk melanjutkan perjalanan, terdengar suara letusan. Tembakan senapan angin itu mengenai korban.

Korban baru menyadari dirinya terluka saat tiba di Desa Lakapera, Kecamatan Gu. Ia kemudian diantar pulang ke rumahnya untuk mendapatkan penanganan.

Hingga kini, identitas terduga pelaku masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Kapolres Buton Tengah, AKBP Wahyu Adi Waluyo, membenarkan peristiwa tersebut.

“Sementara masih dalam penyelidikan. Kemarin baru diperiksa tiga saksi. Perkembangannya nanti akan kami sampaikan,” ujarnya. (lin)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Curi Motor di Kantor Dishub Muna, Warga Wamponiki Diamankan Polisi

3 April 2026 - 13:36 WITA

Dugaan Korupsi Dana PPG UHO Rp 14,9 Miliar, Kejari Kendari Periksa 20 Saksi

2 April 2026 - 18:58 WITA

Pelajar 15 Tahun di Kendari Tikam Rekannya dengan Badik, Dipicu Masalah Utang

2 April 2026 - 16:15 WITA

Pria Asal Konsel Ditangkap di Kendari, Sabu Disimpan dalam Power Bank

2 April 2026 - 14:38 WITA

Anggota TNI AD Dikeroyok saat Pengamanan Acara Joget di Buton, Dua Pelaku Ditangkap

1 April 2026 - 22:40 WITA

Geledah Dua Gedung UHO, Kejari Kendari Telusuri Aliran Dana Program PPG

1 April 2026 - 15:24 WITA

Trending di Hukrim