Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 10 Jul 2026 08:02 WITA ·

Koalisi Aktivis di Sultra Desak Copot Kapolres Kolaka Utara Buntut Kaburnya 11 Tahanan


 Aksi unjuk rasa jilid II di depan Polda Sultra yang merupakan kelanjutan tuntutan atas kaburnya 11 tahanan dari Rutan Polres Kolaka Utara beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa Perbesar

Aksi unjuk rasa jilid II di depan Polda Sultra yang merupakan kelanjutan tuntutan atas kaburnya 11 tahanan dari Rutan Polres Kolaka Utara beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

KENDARI – Koalisi Aktivis Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sultra, Kamis 9 Juli 2026.

Aksi tersebut merupakan kelanjutan tuntutan atas kaburnya 11 tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kolaka Utara beberapa waktu lalu. Para demonstran mendesak Kapolres Kolaka Utara dicopot dari jabatannya.

Desak Evaluasi Total Sistem Pengamanan

Aksi ini diinisiasi gabungan organisasi yang terdiri dari Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sultra, Anti-Corruption Women’s Forum, SAC, Konsorsium Aktivis Nasional (KORAN) Sultra, Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) Sultra, dan Mahasiswa Peduli (MAP) Hukum Sultra.

Koordinator Wilayah AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, menilai insiden tersebut menunjukkan adanya kelemahan dalam fungsi pengawasan dan kontrol internal di Polres Kolaka Utara.

“Ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan bobol totalnya sistem pengamanan. Bagaimana mungkin 11 tahanan bisa kabur bersama-sama, merusak teralis, dan membuat tangga manusia tanpa terdeteksi sama sekali? Oleh karena itu, demi menjaga marwah kepolisian, Kapolda Sultra harus segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kapolres Kolaka Utara sekarang juga,” kata Firman Adhyaksa.

Soroti Cara Pelarian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para tahanan melarikan diri dengan cara membobol ventilasi di bilik jemuran. Mereka juga membuat tangga manusia untuk mencapai ventilasi, menggunakan selang air untuk memanjat, hingga menyambung kain sarung salat menjadi tali untuk turun dari rutan.

Direktur Eksekutif Anti-Corruption Women’s Forum, Sazkyha Pratiwi Sakir, menyoroti kegagalan sistem pengawasan di Rutan Polres Kolaka Utara.

“Ventilasi dibobol tapi tidak ada satu pun mata yang melihat. Sistem di sana bocor. Rutan itu tempat penahanan, bukan tempat rekreasi. Rakyat tidak butuh alasan berbelit-belit, rakyat butuh jaminan keamanan. Evaluasi total harus dilakukan melalui pencopotan Kapolres Kolaka Utara,” ujar Sazkyha.

Aksi Berakhir dengan Doa Bersama

Secara umum aksi berlangsung tertib, aman, dan kondusif di bawah pengawalan aparat kepolisian.

Usai menyampaikan tuntutan di depan gerbang Mapolda, massa aksi kemudian bergerak menuju pelataran Masjid Mapolda Sultra. Demonstrasi ditutup dengan doa bersama secara khidmat.

Doa tersebut dipanjatkan agar institusi kepolisian di wilayah hukum Sulawesi Tenggara dapat segera berbenah, mengevaluasi kelalaian secara objektif, dan kembali memberikan rasa aman kepada masyarakat.(red)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Aksi di Polda Sultra, Mahasiswa Soroti Kaburnya 11 Tahanan Polres Kolaka Utara

10 Juli 2026 - 07:08 WITA

Kabur Usai Tikam Pelaut, Pria di Kendari Ditangkap Polisi Bersama Sabu dan Belasan Senjata

9 Juli 2026 - 19:08 WITA

Kurir Sabu 3 Kilogram Asal Bone Ditangkap di Kolaka, Polisi Buru Bandar Besar

9 Juli 2026 - 18:34 WITA

Ratusan Tabung LPG 3 Kg Diamankan di Konawe, Diduga Akan Dijual ke Morowali

9 Juli 2026 - 14:21 WITA

Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Eks Kantor UPTD Kapontori Buton, Diduga Dibuang Lebih dari Sehari

8 Juli 2026 - 15:07 WITA

Puluhan RKAB Galian C Belum Terbit, KNPI Sultra Desak Gubernur Ambil Langkah Cepat

8 Juli 2026 - 14:04 WITA

Trending di Hukrim