Menu

Mode Gelap
Proses Lelang Diduga Inprosedural, ULP Muna Dilaporkan ke Polda Sultra Ditreskrimsus Polda Sultra Rutin Patroli Siber Jelang Pilkada 2024 Ruas Jalan Haji Latama di Punggolaka Rusak Parah, Warga: Sering Terjadi Kecelakaan DPMD Muna Pastikan Cakades Terpilih Wawesa dan Oensuli Tetap Dilantik DPP Demokrat Resmi Dukung Lukman – La Ode Ida di Pilgub Sultra

Daerah · 17 Jun 2024 20:22 WITA ·

Khutbah di Konawe, Lukman Abunawas Sampaikan Makna Idul Adha


 Khutbah di Konawe, Lukman Abunawas Sampaikan Makna Idul Adha Perbesar

PENAFAKTUAL.COM, KONAWE – Bakal Calon (Balon) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Lukman Abunawas melaksaakan Shalat Idul Adha 1445 Hijriyah bersama warga di Mesjid Nur Hayati Kabupaten Konawe, Senin, 17 Juni 2024.

Dalam kesempatan itu Lukman Abunawas yang juga mantan Wakil Gubernur Sultra periode 2018-2023 itu juga mengisi khutbah idul adha di mesjid tersebut.

Lukman Abunawas menyampaikan shalat Idul Adha dapat dipahami pesan filosofis yang terdapat di dalamnya. Shalat Idul Adha memiliki 7 kali takbir pada rakaat pertama dan 5 kali takbir pada rakaat kedua, sehingga jumlah keseluruhannya adalah 12 kali takbir.

“Angka 12 ini menunjukan jumlah bulan di dalam setahun yang bermakna bahwa sebagai umat muslim harus senantiasa bertakbir kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain secara terus menerus, tanpa mengenal ruang dan waktu,” ungkapnya.

Pelaksanaan shalat Idul Adha memiliki keterkaitan erat dengan ritual ibadah haji yang dilakukan oleh kaum muslimin. Ibadah Haji memiliki pesan-pesan moral yang menarik untuk dipahami. Ibadah Haji merupakan ritual bernuansa Psiko-Feminis sekaligus ritual Psikotetri dan Ginekologis yang memperkenalkan proses prenatal manusia, yakni masa ketika bayi masih berada di dalam kandungan ibu dan pascanatal, yakni ketika bayi setelah dilahirkan.

Adapun pakaian ihram berwarna putih merupakan simbol kesucian. Hal ini adalah isyarat bahwa bayi yang dilahirkan masih dalam keadaan suci, bersih tanpa noda, seperti pakaian ihram yang berwarna putih. Ketika memakai pakaian ihram, jamaah haji tidak boleh mengenakan pakaian dalam. Sebagai suratan bahwa manusia sejak lahir tidak membawa sesuatu apapun, termasuk pakaian di badan dan harta benda lainnya.

Sementara itu, thawaf dilakukan dengan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Ini merupakan suatu gambaran di mana bayi juga berputar sebanyak 7 kali selama 7 bulan, setelah 2 bulan sebelumnya ia menjadi janin di dalam kandungan ibunya.

Sa’i adalah berlari-lari kecil antara bukit shafa dan bukit marwah, yang melukiskan peristiwa Hajar bergerak dinamis mencari air untuk mengobati dahaga anaknya Ismail AS. Hal ini menggambarkan keadaan bahwa bayi ketika berada dalam kandungan selalu bergerak secara dinamis dan menangis setelah dilahirkan untuk segera disusui oleh ibunya agar terobati rasa hausnya.

Selanjutnya, Lukman Abunawas menyampaikan bahwa pada dinding Ka’bah terdapat pula Hajar Aswad yakni batu hitam yang berbentuk bulat lonjong yang selalu ingin dihampiri setiap saat oleh para jamaah haji, baik laki-laki maupun perempuan. Hajar Aswad tersebut merupakan simbol reproduksi wanita.

Sementara itu, melempar jumrah adalah simbol doa dan ikhtiar yang dilakukan oleh ayah dan ibu agar anak yang dilahirkan adalah anak saleh atau salehah yang kelak dapat ‘melempar’ jauh-jauh kenistaan dan berharap sebaliknya mendapatkan rezeki, jodoh, dan kebaikan hidup dunia dan akhirat, serta menghiasi diri dengan sifat dan perilaku yang baik.

Sedangkan Tahallul adalah rukun haji, di mana para jamah calon haji wajib untuk menjatuhkan sebagian atau keseluruhan rambut yang ada di kepala. Hal ini mengingatkan kembali pada peristiwa masa lalu, di mana bayi yang baru lahir harus diaqiqah, yaitu mencukur sebagian atau keseluruhan rambut bayi oleh tokoh agama atau tokoh adat. Setelah itu diberikan nama dan disembelihkan kambing 2 ekor bila anaknya laki-laki dan 1 ekor bila anaknya perempuan.

“Dengan Tahallul ini, sesungguhnya
sudah menitip pesan kepada kita bahwa kita sudah pernah berkurban untuk yang pertama kalinya, yaitu ketika kita baru dilahirkan. Namun
kemudian harus dibuktikan secara hakiki pada saat Idul Adha tiba dengan berkurban untuk yang kedua kalinya ketika kita sudah dewasa dan memiliki harta,” bebernya.

Mengapa harus 2 kali. karena yang kedua itulah menjadi ukuran pembuktian yang hakiki. Bukankah Alquran memberikan analogi bahwa manusia itu 2 kali mati dan 2 kali hidup serta 2 kali bersyahadat. Kematian, kehidupan, dan syahadat kedua itulah yang menjadi ukuran pembuktian di dunia sebagai bekal menuju negeri akhirat.

Selanjutnya para jamaah calon haji melaksanakan Wuquf. Wuquf adalah rukun haji yang bermakna berhenti atau diam sejenak, di mana lautan manusia dari berbagai belahan dunia berkumpul pada satu tempat yang dinamai Arafah. Wuquf dikenal sebagai puncak ibadah haji dan pelantikan untuk menjadi seorang haji yang paripurna.

Demikian pula dengan mabit di mina dan muzdalifah adalah kewajiban haji yang dilakukan dengan cara bermalam di wilayah Mina dan Muzdalifah. Hal ini menggambarkan situasi bayi ketika berada dalam rahim ibunya seolah-olah ia berada pada keadaan malam yang gelap gulita, tanpa membuka matanya untuk melihat keadaan di sekitarnya.

“Dengan demikian, maka secara subtantif, ibadah Haji dan ibadah Qurban merupakan bentuk penghargaan yang amat tinggi terhadap keberadaan perempuan dan proses kelahiran anak manusia di dunia ini,” tandas Lukman Abunawas.(hus)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

PT Bintang Mining Indonesia Diduga Menambang Illegal di Konut

25 Juli 2024 - 23:37 WITA

KSOP Kendari Mulai Terapkan Single Billing Terhadap Kapal Asing

25 Juli 2024 - 21:38 WITA

Wakapolda Sultra Sampaikan Arahan Presiden di Rakernis Ops Mantap Praja Anoa

25 Juli 2024 - 17:16 WITA

Ketua DPRD Kendari: Pergeseran APBD Harus Disampaikan Secara Resmi

25 Juli 2024 - 09:58 WITA

Imigrasi Kendari Diduga Kongkalikong dengan 6 TKA China yang Ditangkap Lalu Dibebaskan

24 Juli 2024 - 12:29 WITA

Raja Konawe Ajak Masyarakat Sultra Teladani Pahlawan Nasional Oputa Yi Koo

24 Juli 2024 - 10:18 WITA

Trending di Daerah