KENDARI – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial LR, 53 tahun, menjadi korban pencurian di rumahnya di BTN Manaba Residence, Jalan H. Lamuse, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Satu unit mobil Honda Brio dan sejumlah barang berharga milik korban dibawa kabur pelaku, Selasa, 23 Juni 2026, sekitar pukul 02.05 Wita.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L. Sengka, mengatakan pihaknya berhasil mengungkap kasus itu dan menangkap dua pelaku.
“Salah satu pelakunya adalah ketua RT. Dia memanfaatkan jabatannya sebagai ketua RT,” ujar Edwin saat konferensi pers di Mapolresta Kendari, Kamis, 25 Juni 2026.
Modus: Perintah Ketua RT, Panjat Atap Saat Korban Tidur
Kedua pelaku masing-masing berinisial RZ, 30 tahun, dan HG, 43 tahun. Dari hasil penyelidikan, HG yang menjabat ketua RT diduga menjadi otak pencurian. HG diduga memerintahkan sekaligus mengantar RZ ke rumah korban untuk beraksi.
Kombes Pol Edwin menjelaskan, RZ masuk ke rumah korban dengan cara memanjat atap saat korban sedang tertidur. Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil kunci mobil yang disimpan di salah satu kamar. Pelaku kemudian membawa kabur Honda Brio dan sejumlah barang berharga lain.
Rugi Rp160 Juta, Mobil Hendak Dijual ke Baubau
Akibat kejadian itu, korban LR mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp160 juta. Selain mobil, pelaku juga mengambil satu matras yoga, satu tas, satu unit televisi, dan satu alat pijat.
Setelah menguasai kendaraan, pelaku berencana menjual mobil curian ke rekannya di Kota Baubau. Namun, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari berhasil melacak dan menangkap para pelaku sebelum transaksi terlaksana.
Barang Bukti Diamankan, Korban Apresiasi Polisi
Polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit Honda Brio beserta kunci dan dokumen kendaraan, matras yoga, tas korban, televisi, serta alat pijat. Saat ini kedua pelaku bersama barang bukti ditahan di Mapolresta Kendari untuk proses hukum lebih lanjut.
Korban LR mengapresiasi kinerja Polresta Kendari yang dinilainya bergerak cepat. “Tim Buser 77 kerjanya sudah canggih. Saya melapor pagi setelah kejadian, malamnya sempat bertemu dan berbincang dengan Kasat Reskrim, lalu keesokan paginya saya mendapat kabar kendaraan saya sudah ditemukan lengkap dengan para pelakunya,” kata LR.(red)











