Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 24 Feb 2026 11:29 WITA ·

Kasus Penganiayaan Remaja Perempuan di Bombana yang Viral di Medsos Berujung Damai


 Tampak personel Polsek Lantari Jaya mendampingi kedua orang tua korban dan dan pelaku saat mediasi kasus penganiayaan. Foto: Istimewa Perbesar

Tampak personel Polsek Lantari Jaya mendampingi kedua orang tua korban dan dan pelaku saat mediasi kasus penganiayaan. Foto: Istimewa

BOMBANA – Kasus penganiayaan terhadap seorang remaja perempuan yang sempat viral di media sosial (medsos) Facebook akhirnya damai setelah dimediasi pihak kepolisian.

Video yang beredar luas itu memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang remaja putri. Korbannya diketahui seorang perempuan yang masih di bawah umur.

Peristiwa tersebut terjadi Desa Lombakasi, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 20.30 Wita.

Berdasarkan rekaman video, korban terlihat mengenakan kaos berwarna merah muda dan dalam kondisi terbaring di tanah. Sejumlah remaja putri tampak mengerumuni korban.

Dalam video berdurasi 1 menit 7 detik itu, aksi kekerasan tampak terjadi berulang kali. Seorang remaja perempuan yang mengenakan daster berwarna hijau terlihat beberapa kali menendang tubuh korban.

Korban yang sudah terbaring tampak tak berdaya dan tidak mampu menghindari tendangan maupun memberikan perlawanan.

Kapolsek Lantari Jaya Iptu Prasetyo Nento mengatakan dalam kasus ini, pihaknya telah memanggil seluruh pihak terkait, termasuk anak korban, anak pelaku, saksi-saksi, serta orang tua masing-masing pada Senin, 23 Februari 2026.

Setelah dilakukan proses mediasi  kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut melalui pendekatan jalur Restorative Justice (RJ) dan sepakat untuk berdamai.

“Karena yang terlibat masih anak-anak, maka pendekatan yang kami lakukan adalah melindungi masa depan mereka, memberikan pembinaan, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Iptu Prasetyo dalam keterangan tertulisnya Selasa, 24 Februari 2026.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak saling memaafkan.Orang tua anak pelaku memberikan biaya pengobatan kepada korban dan keduanya sepakat tidak melanjutkan proses hukum dan memilih penyelesaian secara kekeluargaan.(red)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Loyalis Ridwan Bae Tolak Panggilan Klarifikasi Polisi, Bantah Ada Pengeroyokan Ridwan Badallah

5 November 2026 - 14:41 WITA

Dua Pria di Kendari Ditangkap Usia Diduga Curi Mangga Warga untuk Dijual 

5 November 2026 - 10:56 WITA

Suami di Buton Ditangkap Usai Diduga Bakar Motor Istri, Sempat Kabur Tiga Hari ke Hutan

5 November 2026 - 10:52 WITA

Kasus Penebangan Liar di Tahura Nipa-Nipa Mandek di Gakkum Kehutanan Kendari, Warga Resah Pelaku Masih Berkeliaran

4 November 2026 - 11:32 WITA

Geger Kasus Penyadapan, Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka

3 November 2026 - 21:38 WITA

Perkelahian di RTH Papalimba Kendari, Sejumlah Pemuda Luka-luka dan Satu Motor Rusak

2 November 2026 - 17:28 WITA

Trending di Hukrim