PENFAKTUAL.COM, KENDARI – Dua oknum TNI yang diduga terlibat dalam insiden penganiayaan di Polsek Tiworo Tengah telah diamankan oleh Polisi Militer (POM).
Hal tersebut dibenarkan oleh Danden POM XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.
“Untuk personil 2 anggota sementara sudah diamankan,” katanya.
Lanjutnya, terkait insiden tersebut, pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan.
“Terkait masalah tersebut masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan dari Subdenpom (Subdenpom XIV/3-3 di Muna),” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, tiga anggota Polri yang sedang mengamankan malam takbiran di wilayah hukum Polsek Tiworo Tengah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh pemuda dan dua oknum TNI pada malam takbiran, Minggu, 30 Maret 2025.
Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy, melalui Kasi Humas, Ipda Baharuddin, mengatakan bahwa peristiwa pemukulan terhadap tiga anggota POLRI terjadi pada hari Minggu, 30 Maret 2025, sekitar pukul 23.30 WITA.
“Terjadi pemukulan terhadap 3 (tiga) anggota Polri di wilayah hukum Polsek Tiworo Tengah, Polres Muna yang dilakukan oleh 2 orang anggota TNI yang cuti dan beberapa masyarakat,” katanya melalui keterangan resminya.
Adapun korban insiden tersebut di antaranya dua personil Polsek Tiworo Tengah dan satu personil Brimobda Sultra.
“Yang jadi korban Bripda Hendi dan Briptu Rendi Supriadi anggota personil Polsek Tiworo Tengah, dan Bripda Adi Maha Putra anggota Brimobda Sultra,” ungkapnya.
Sementara untuk terduga pelaku, dua oknum TNI yang sedang cuti, satunya anggota Den Intel KOREM Palu dan satunya anggota Kodim Kendari.
“Serda AN bertugas di Den Intel KOREM Palu dan satunya Pratu R bertugas di Kodim Kendari,” ungkapnya.
Sambungnya, untuk terduga pelaku dari masyarakat, pihaknya telah mengamankan 9 (sembilan) orang.
“Terduga pelaku dari masyarakat dalam Lidik, sudah diamankan 9 orang untuk pemeriksaan,” tuturnya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa terkait dua oknum anggota TNI, sementara sudah ditangani oleh Polisi Militer (POM).
“Untuk keterlibatan oknum TNI, sudah ditangani dengan POM,” tutupnya.
Sementara itu, Komandan Subdenpom XIV/3-3, Letda CPM Darwis, yang dihubungi via telepon, saat ditanyakan perihal oleh TKP anggota POM dan pengamanan dua oknum TNI, pihaknya mengatakan, “Kita masih menunggu petunjuk, nanti dulu, kita menunggu petunjuk dari Dandim dulu.”
Selain itu, sebelumnya juga Danrem 143 Halu Oleo, Brigjen TNI R Wahyu Sugiarto, yang dihubungi via telepon, mengatakan bahwa tidak ada insiden penganiayaan, hanya perdebatan.
“Tidak ada penganiayaan, ada kesalahan paham, hanya berdebat,” katanya.
Saat ditanyakan perihal anggota POM yang melakukan olah TKP, pihaknya tak menampik hal tersebut.
“Hasil pemeriksaannya ternyata tidak seperti itu, hanya salah paham, mereka kawan SMA,” ujarnya.
Lanjutnya, saat ditanyakan terkait oknum anggota TNI yang satu berasal dari Kodim Kendari dan Kodim Palu, pihaknya juga membenarkan hal tersebut.
“Anggota yang dari Kodim Kendari itu melerai yang anggota dari Sulawesi Tengah, tentara luar bukan anggota ku, tapi sudah diselesaikan, informasinya begitu,” pungkasnya.(hsn)