Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 20 Agu 2026 07:25 WITA ·

Guru Ngaji di Buton Diduga Cabuli 9 Santri, Aksi Dilakukan di Musala


 Seorang guru ngaji insial FS (32) saat menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Unit PPA Polres Buton setelah diduga cabuli sembilan santrinya. Foto: Istimewa Perbesar

Seorang guru ngaji insial FS (32) saat menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Unit PPA Polres Buton setelah diduga cabuli sembilan santrinya. Foto: Istimewa

BUTON – Seorang guru ngaji berinisial FS (32), di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap sembilan santrinya yang masih di bawah umur.

Ironisnya, aksi tersebut diduga dilakukan di sebuah musala saat para korban mengikuti kegiatan mengaji. Polisi menyebut pelaku memanfaatkan kondisi korban yang kelelahan setelah mengikuti kegiatan mengaji.

Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan terdapat sembilan korban. Sebagian besar korban masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan kelas I SMP.

“Korban pencabulan berdasarkan identifikasi di lapangan sejumlah sembilan orang yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar dan SMP kelas 1,” ujar Sunarton, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan dari orang tua korban dengan nomor laporan /B/58/VIII/2026/SPKT/Polres Buton/Polda Sulawesi Tenggara, tertanggal 19 Agustus 2026 pukul 15.36 Wita.

Berdasarkan hasil interogasi awal, kata Sunarton, pelaku diduga melancarkan aksinya saat para korban kelelahan setelah mengikuti kegiatan mengaji di musala.

Selain di musala, pelaku juga diduga melakukan pencabulan saat mengajak korban berboncengan menggunakan sepeda motor.

“Kejadian tersebut dilakukan sejak bulan Februari 2025 sampai dengan bulan Mei 2025,” kata Sunarton.

Menurut Sunarton, pelaku menggunakan modus permainan atau game untuk melancarkan aksinya. Korban diminta menutup mata dan mengenali benda yang diberikan oleh pelaku.

“Game tersebut sengaja dibuat oleh pelaku untuk melancarkan aksinya dan memuaskan nafsu dari pelaku,” ujarnya.

Saat korban menutup mata, pelaku kemudian diduga mengarahkan tangan korban untuk menyentuh benda yang disebut polisi sebagai plastik es kiko serta bagian tubuh pelaku.

Polisi menyatakan telah mengantongi bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan FS sebagai tersangka. Pelaku kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku dan korban yang didampingi oleh orang tua korban saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Buton,” pungkas Sunarton. (lin)

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Tipu Konsumen Rp32,1 Juta, Sales Honda Daya Motor Kendari Menghilang

8 November 2026 - 10:12 WITA

Oknum Wartawan di Buton Ditangkap, Diduga Peras Sekda Rp5 Juta

6 November 2026 - 17:24 WITA

Loyalis Ridwan Bae Tolak Panggilan Klarifikasi Polisi, Bantah Ada Pengeroyokan Ridwan Badallah

5 November 2026 - 14:41 WITA

Dua Pria di Kendari Ditangkap Usia Diduga Curi Mangga Warga untuk Dijual 

5 November 2026 - 10:56 WITA

Suami di Buton Ditangkap Usai Diduga Bakar Motor Istri, Sempat Kabur Tiga Hari ke Hutan

5 November 2026 - 10:52 WITA

Kasus Penebangan Liar di Tahura Nipa-Nipa Mandek di Gakkum Kehutanan Kendari, Warga Resah Pelaku Masih Berkeliaran

4 November 2026 - 11:32 WITA

Trending di Hukrim