Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 10 Jul 2026 07:21 WITA ·

GEMPUR Sultra Desak ESDM Tunda Perpanjangan RKAB PT Tiran, Soroti Dugaan K3


 Ketua GEMPUR Sultra, Sawal Petrus Perbesar

Ketua GEMPUR Sultra, Sawal Petrus

KENDARI – Gerakan Masyarakat Peduli Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara (GEMPUR Sultra) mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunda perpanjangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Tiran. Penundaan diminta hingga ada evaluasi menyeluruh terkait dugaan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di wilayah operasional perusahaan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua GEMPUR Sultra, Sawal Petrus, Selasa 8 Juli 2026 di Sulawesi Tenggara.

Soroti Dugaan Kecelakaan Kerja

Desakan tersebut dilatarbelakangi sejumlah pemberitaan terkait dugaan kecelakaan kerja dan lemahnya penerapan standar K3 di lingkungan operasional PT Tiran.

Menurut GEMPUR Sultra, sejumlah laporan publik juga menyebut adanya dugaan pelanggaran kewajiban K3 yang telah dilaporkan ke instansi terkait.

“Kami berpandangan bahwa keselamatan pekerja merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan produksi. Sebelum RKAB PT Tiran diterbitkan, harus dilakukan evaluasi menyeluruh perihal dugaan keselamatan kerja yang terus berlanjut,” kata Sawal Petrus.

Ia menambahkan, proses perpanjangan RKAB juga harus mengusut aspek keselamatan kerja di dalam PT Tiran.

Ajukan 5 Tuntutan

GEMPUR Sultra menyampaikan 5 tuntutan kepada pemerintah dan perusahaan:

  1. Mendesak Kementerian ESDM menunda atau tidak memperpanjang RKAB PT Tiran hingga seluruh dugaan pelanggaran K3 diperiksa secara menyeluruh.
  2. Mendesak Inspektur Tambang dan instansi pengawas ketenagakerjaan melakukan investigasi independen terhadap dugaan kecelakaan kerja dan penerapan Sistem Manajemen K3.
  3. Mendesak aparat penegak hukum mengusut apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam penerapan keselamatan kerja.
  4. Mendesak PT Tiran bersikap terbuka kepada publik mengenai penanganan setiap insiden kerja, langkah perbaikan K3, serta pemenuhan hak-hak pekerja.
  5. Memastikan perlindungan keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi syarat utama dalam setiap evaluasi izin operasional perusahaan.

Apabila benar terdapat pelanggaran terhadap ketentuan K3, GEMPUR Sultra menilai pemerintah wajib melakukan pemeriksaan secara transparan dan mengambil langkah tegas sesuai peraturan perundang-undangan.

Tegaskan Kontrol Sosial

GEMPUR Sultra menegaskan pernyataan ini merupakan bentuk kontrol sosial agar pemerintah melakukan evaluasi berdasarkan fakta, hasil pemeriksaan, dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Keselamatan pekerja adalah harga mati. Setiap dugaan pelanggaran K3 harus diusut secara terbuka, dan evaluasi terhadap RKAB wajib dilakukan secara objektif demi kepastian hukum dan perlindungan pekerja,” tegas Sawal Petrus.

GEMPUR Sultra menekankan, keselamatan pekerja harus menjadi prioritas di atas kepentingan bisnis.(red)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

PT GAP Jawab Keluhan Nelayan: Dua Perahu Diserahkan untuk Warga Parasi dan Watumbohoti

31 Oktober 2026 - 09:13 WITA

Didatangi Massa, Kadispar Sultra Rdwan Badallah Ngumpet di Balik Staf Perempuan

28 Oktober 2026 - 13:23 WITA

Dua Rumah Warga di Watonea Muna Ludes Terbakar, Kerugian Hampir Rp1 Miliar

27 Oktober 2026 - 20:24 WITA

Sertijab Kepala KSOP Kelas II Kendari, Wigyo Gantikan Capt Raman

26 Oktober 2026 - 12:40 WITA

Sat Lantas Polres Buton Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Anoa 2026 Mulai 26 Oktober

24 Oktober 2026 - 09:33 WITA

Polres Muna Bakal Gelar Operasi Patuh Anoa, Ini 10 Sasaran Prioritas yang Wajib Diketahui Pengendara

22 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Trending di Daerah