Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 7 Jul 2026 17:14 WITA ·

Diduga Rekam Jejak Buruk, HMKS Tolak Perpanjangan RKAB PT Macika Mada Madana


 Wakil Ketua Umum HMKS, Muh Beni Saputra Perbesar

Wakil Ketua Umum HMKS, Muh Beni Saputra

KONAWE SELATAN – Himpunan Mahasiswa Konawe Selatan (HMKS) menyatakan penolakan tegas terhadap penerbitan maupun perpanjangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Macika Mada Madana di Kabupaten Konawe Selatan. Penolakan itu didasarkan pada persoalan yang belum selesai serta rekam jejak operasional perusahaan yang diduga melanggar regulasi dan menimbulkan konflik di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum HMKS, Muh Beni Saputra, di Konawe Selatan, Senin, 27 Juni 2026.

Rekam Jejak Jadi Alasan Utama
Beni menegaskan pemerintah tidak boleh hanya mempertimbangkan aspek investasi. Aspek hukum, keselamatan masyarakat, dan tata kelola pertambangan yang baik juga harus menjadi pertimbangan utama.

“RKAB bukan hanya sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan bentuk kepercayaan negara kepada perusahaan untuk menjalankan aktivitas pertambangan. Oleh karena itu, pemerintah harus jeli melihat secara utuh apakah perusahaan tersebut layak kembali diberikan izin operasional atau tidak,” tegas Beni.

Diduga Beroperasi di Luar IUP
Menurutnya, selama beraktivitas di wilayah Palangga Selatan, PT Macika Mada Madana diduga kerap melakukan kegiatan operasional di luar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Beni menilai hal itu tidak hanya melanggar Undang-Undang Pertambangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan deforestasi yang mengubah kondisi alam dan ekosistem secara berkelanjutan.

“Aktivitas di luar IUP tidak hanya melanggar ketentuan dalam UU Pertambangan, tetapi juga akan memancing konflik pro dan kontra di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan tersebut berpotensi memicu konflik horizontal di antara warga Konawe Selatan.

Referensi Kecaman Sebelumnya
Beni juga mengacu pada pernyataan Ketua Umum HMI Cabang Konsel, Hendra Yus Khalid, pada 24 Maret 2025. Saat itu Hendra meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak dan memberikan sanksi tegas kepada PT Macika Mada Madana.

Selain itu, Hendra juga meminta Kementerian ESDM mengevaluasi IUP perusahaan dan memintanya untuk segera dimoratorium.

“Apalagi yang harus menjadi pertimbangan pemerintah untuk menolak RKAB tersebut, sementara di sisi lain banyak catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam memberikan persetujuan RKAB kepada PT Macika Mada Madana,” kata Beni.

Ancaman Aksi Besar-besaran
Di akhir pernyataannya, HMKS menegaskan akan terus mengawal proses evaluasi RKAB PT Macika Mada Madana. Organisasi itu juga tidak menutup kemungkinan menggelar aksi besar-besaran apabila pemerintah tetap memberikan persetujuan tanpa mempertimbangkan rekam jejak perusahaan dan kepentingan masyarakat.

“Kami mengingatkan bahwa investasi yang ideal adalah investasi yang menghormati hukum, menjaga lingkungan, dan melindungi masyarakat. Jika syarat itu tidak diindahkan, maka kami menolak penerbitan RKAB PT Macika Mada Madana,” tutup Beni.(red)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polres Muna Bakal Gelar Operasi Patuh Anoa, Ini 10 Sasaran Prioritas yang Wajib Diketahui Pengendara

22 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas di Check Dam Tambang UBPN Kolaka

20 Oktober 2026 - 16:38 WITA

Diungkap Warga, Oknum Anggota DPRD Konsel Ternyata Pernah Bisniskan Alat Berat di PT GAP

17 Oktober 2026 - 11:43 WITA

Kecelakaan Maut di Moramo Konsel, Petani Asal Kolono Tewas Terlindas Truk

17 Oktober 2026 - 10:43 WITA

Truk Tangki Solar Kecelakaan di Bombana, Pengemudi Diduga Meninggal Dunia

15 Oktober 2026 - 20:12 WITA

Buntut Pengusiran Staf, Jopang Bongkar Borok FISIP UHO: Dekan Diduga Sunat Dana Penelitian

15 Oktober 2026 - 06:06 WITA

Trending di Daerah