Menu

Mode Gelap
Rudapaksa Anak Dibawa Umur, Bendahara PT TMS Ditangkap Polisi Bocah di Muna Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Laut Waspada Penipuan Whatsapp, Ini Modus Terbaru 2024 Sidang Tipikor PT Antam, Hakim Minta JPU Hadirkan Eks Gubernur Sultra Sosok Jenderal yang Sederhana dan Rendah Hati itu Telah Berpulang

Hukrim · 12 Agu 2023 10:18 WITA ·

Ditreskrimsus Polda Sultra Bantah Tudingan Masuk Angin Terkait Penanganan Kasus BBM di PT PLM


 Dir Krimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko Perbesar

Dir Krimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Ditreskrimsus Polda Sultra memberikan klarifikasi tegas mengenai tudingan “masuk angin” yang dilontarkan oleh Ketua Forum Gerakan Masyarakat Sulawesi Tenggara (Forgema Sultra), Abdul Rahman, terkait penanganan sebuah perkara yang sedang ditangani oleh instansi tersebut.

Dir Krimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko, secara rinci menguraikan kronologi perkara tersebut dan menegaskan langkah-langkah yang telah dilakukan.

Pada awal pernyataannya, Kombes Pol Bambang Wijanarko menjelaskan bahwa perkara yang kini menjadi perhatian Ditreskrimsus Polda Sultra sebelumnya telah ditangani oleh Satreskrim Polres Bombana. Setelah berkas perkara mencapai tahap kelengkapan, proses penyerahan berkas perkara tahap 2 pun dilakukan.

“Kemudian, Ditreskrimsus Polda Sultra memberikan petunjuk kepada Satreskrim Polres Bombana untuk mengembangkan perkara tersebut,” ungkap Kombes Pol Bambang.

Namun, karena proses penyidikan di tingkat Polres mengalami kelemahan dan berjalan lambat, Ditreskrimsus Polda Sultra mengambil langkah tegas untuk mengambil alih proses penyidikan.

“Proses penyidikan yang kami lakukan telah menghasilkan bukti yang cukup kuat, sehingga kami dapat menetapkan dua orang tersangka, dengan inisial H dan AH,” tegas Kombes Pol Bambang.

Berkas perkara tahap 1 pun telah diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi pada tanggal 27 Juli 2023 untuk dilakukan pemeriksaan kelengkapan berkas.

Klarifikasi yang disampaikan oleh Kombes Pol Bambang juga mengatasi keraguan mengenai upaya Ditreskrimsus Polda Sultra dalam menangani kasus ini.

“Sangat tidak benar apabila dikatakan Ditreskrimsus Polda Sultra tidak memproses kedua tersangka hingga tahap kejaksaan. Kami telah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan tahapan yang diatur,” jelas Kombes Pol Bambang.

Terkait dengan pertanyaan mengenai penahanan kedua tersangka, Kombes Pol Bambang merinci bahwa keputusan untuk menahan seseorang berdasarkan Pasal 21 ayat 1 KUHAP harus memenuhi alasan subyektif tertentu, seperti dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan alat bukti, atau mengulangi perbuatan.

“Namun, berdasarkan pertimbangan yang matang, ketiga alasan subyektif tersebut tidak terpenuhi sehingga kami tidak melakukan penahanan,” papar Kombes Pol Bambang.

“Bayangkan saja, jika Ditreskrimsus Polda Sultra tidak mengambil alih perkara terkait penyalahgunaan BBM subsidi di Pancalogam dari Satreskrim Polres Bombana, belum tentu penyidik di tingkat Polres mampu mengumpulkan bukti yang cukup untuk menetapkan kedua tersangka selanjutnya,” tandasnya.

Dengan penjelasan yang rinci dan tegas ini, Ditreskrimsus Polda Sultra berharap dapat meredakan kebingungan dan spekulasi yang mungkin muncul di masyarakat mengenai penanganan kasus ini. Klarifikasi ini juga sekaligus memperlihatkan komitmen Ditreskrimsus Polda Sultra dalam menjalankan tugasnya dengan profesional dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.(**)

Artikel ini telah dibaca 242 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Buat dan Sebar Video Asusila, Pria di Konkep Ditangkap Polisi

22 Februari 2024 - 23:16 WITA

Garap Anak di Bawah Umur, Pemuda Asal Kontunaga Dibekuk Polisi

22 Februari 2024 - 20:39 WITA

Dugaan Illegal Mining di Morombo, IUP Batu Garap Nikel?

17 Februari 2024 - 10:27 WITA

Rudapaksa Anak Dibawa Umur, Bendahara PT TMS Ditangkap Polisi

4 Februari 2024 - 11:47 WITA

Berkas Kasus Korupsi Alkes RS di Surabaya Dikirim ke Kejagung

1 Februari 2024 - 10:27 WITA

Polda Babel Amankan Ribuan Liter BBM Jenis Solar

31 Januari 2024 - 22:00 WITA

Trending di Hukrim