Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 16 Jul 2025 20:16 WITA ·

Dampak Aktivitas Tambang PT Daka: SDN 3 Lasolo Kepulauan Terancam


 Kondisi SDN 3 Lasolo Kepulauan (Laskep) yang terdampak aktivitas PT Daka Group di Desa Boedingi, Kecamatan Laskep Kabupaten Konawe Utara (Konut). Foto: Istimewa Perbesar

Kondisi SDN 3 Lasolo Kepulauan (Laskep) yang terdampak aktivitas PT Daka Group di Desa Boedingi, Kecamatan Laskep Kabupaten Konawe Utara (Konut). Foto: Istimewa

KONAWE UTARA – Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Lasolo Kepulauan (Laskep) mengungkapkan dampak aktivitas PT Daka Group di Desa Boedingi, Kecamatan Laskep Kabupaten Konawe Utara (Konut). Kepsek SDN 3 Lasolo, Asrifin, mengatakan bahwa dampak yang paling dirasakan saat musim penghujan datang.

“Dampaknya pada saat hujan lumpur naik di teras (bangunan sekolah),” katanya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Rabu 16 Juli 2025.

Pihaknya juga membeberkan bahwa selama ini PT Daka juga tak pernah memberikan kontribusi positif.

“Bahkan PT Daka tidak pernah ada kontribusinya pada siswa di sekolah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan meski rencana merelokasi SD Negeri 3 Laskep oleh PT Daka Group telah disuarakan sejak 2019, hingga kini realisasinya belum dilakukan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan terhadap dampak lingkungan dan pendidikan.

Pada Mei 2019, PT Daka menyampaikan rencana membangun 6 ruang kelas baru, perpustakaan, dan ruang guru di lokasi aman sebagai kompensasi relokasi sekolah yang berdiri di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Daka. Namun, hingga pertengahan Juli 2025, pelaksanaan relokasi belum dilakukan.

Kepala Desa Boedingi, Aksar, menuturkan bahwa relokasi masih dalam progres, PT Daka sudah menyiapkan tempat dan beberapa material seperti pasir dan lainnya.

“Sementara progres, tinggal tunggu arahan dari Dinas Pendidikan. Material pasir dan tempat sudah ada,” tuturnya.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konut, Samir, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan peninjauan secara langsung maupun wacana relokasi.

“Belum pernah ditinjau. Senin saya tinjau,” jawab Ketua Komisi III DPRD Konut.

Aktivis lingkungan dari Lembaga Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konut menilai bahwa jika sekolah tetap beroperasi di area jetty bongkar muat ore nikel, memaparkan anak-anak pada debu tambang dan polusi visual, yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan kenyamanan belajar.

“Sudah Enam tahun lebih sejak rencana relokasi dicetuskan, SDN 3 Lasolo masih bertahan di kawasan bahaya jetty tanpa relokasi. Jika implementasi terus tertunda, risiko kesehatan dan pendidikan siswa semakin urgensi untuk diatasi,” ungkap Jeje, aktivis P3D Konut.

Sementara itu, salah satu perwakilan PT Daka, Kadir, yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.(red)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Sat Lantas Polres Buton Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Anoa 2026 Mulai 26 Oktober

24 Oktober 2026 - 09:33 WITA

Polres Muna Bakal Gelar Operasi Patuh Anoa, Ini 10 Sasaran Prioritas yang Wajib Diketahui Pengendara

22 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas di Check Dam Tambang UBPN Kolaka

20 Oktober 2026 - 16:38 WITA

Diungkap Warga, Oknum Anggota DPRD Konsel Ternyata Pernah Bisniskan Alat Berat di PT GAP

17 Oktober 2026 - 11:43 WITA

Kecelakaan Maut di Moramo Konsel, Petani Asal Kolono Tewas Terlindas Truk

17 Oktober 2026 - 10:43 WITA

Truk Tangki Solar Kecelakaan di Bombana, Pengemudi Diduga Meninggal Dunia

15 Oktober 2026 - 20:12 WITA

Trending di Daerah