JAKARTA — Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si. mengunjungi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Kunjungan kerja ini untuk memperjuangkan dua isu krusial: bantuan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) dan peningkatan kapasitas listrik di wilayah kepulauan.
Langkah ini diambil guna melistriki wilayah tertinggal dan terpencil di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan yang merata, mandiri, dan berkelanjutan.
Jemput Bola ke Pusat karena Keterbatasan Fiskal
Bupati Burhanuddin diterima langsung oleh Sekretaris Ditjen EBTKE, Harris, bersama jajaran pejabat dan staf. Dalam pertemuan itu, Burhanuddin menegaskan kondisi fiskal daerah belum memungkinkan membiayai sejumlah program prioritas.
“Kondisi fiskal daerah saat ini belum memungkinkan untuk membiayai beberapa program prioritas. Karena itu, kami datang langsung ke pusat untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat Bombana. Kami berharap adanya dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam sektor kelistrikan, agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata,” ujar Burhanuddin.
Ia menekankan, Pemkab Bombana tidak meminta anggaran dalam bentuk dana. “Kami membutuhkan program yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran PJUTS akan sangat membantu masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi maupun sosial di daerah,” tambahnya.
Listrik Kabaena Baru 4 MW, Pemda Siap Siapkan Lahan
Selain PJUTS, Bupati menyoroti kapasitas kelistrikan di Pulau Kabaena yang masih terbatas. Saat ini daya tersedia baru sekitar 4 megawatt.
“Khusus wilayah Kabaena, kapasitas listrik yang tersedia saat ini baru sekitar 4 megawatt. Jika pemerintah pusat memiliki rencana pembangunan pembangkit energi terbarukan sebagai pengganti tenaga diesel, kami siap menyiapkan lahan yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Menurut Burhanuddin, kehadiran listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, meningkatkan perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
Sejalan Asta Cita, Masuk Roadmap 2027
Ditjen EBTKE menilai usulan Pemkab Bombana sejalan dengan Asta Cita Presiden dan program prioritas nasional di sektor energi. Program itu mencakup peningkatan penyediaan energi, perluasan akses dan jangkauan pelayanan, serta percepatan transisi energi bersih dan berkelanjutan.
Hasilnya, Ditjen EBTKE memberi respons positif dan menyatakan akan memasukkan usulan Kabupaten Bombana ke dalam _roadmap_ program tahun 2027.
Pihak kementerian menyarankan Pemkab Bombana segera menyiapkan seluruh dokumen administrasi dan persyaratan teknis sesuai standar yang berlaku untuk diusulkan secara resmi kepada Kementerian ESDM.
Burhanuddin menegaskan komitmennya tetap kuat meski proses masih panjang. Ia berharap usulan bantuan PJUTS menjadi prioritas pemerintah pusat sehingga dapat direalisasikan pada 2027.(red)

















