Menu

Mode Gelap
Rudapaksa Anak Dibawa Umur, Bendahara PT TMS Ditangkap Polisi Bocah di Muna Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Laut Waspada Penipuan Whatsapp, Ini Modus Terbaru 2024 Sidang Tipikor PT Antam, Hakim Minta JPU Hadirkan Eks Gubernur Sultra Sosok Jenderal yang Sederhana dan Rendah Hati itu Telah Berpulang

Hukrim · 9 Jun 2023 10:22 WITA ·

Anggota DPR RI Ridwan Bae Minta Polda Sultra Segera Tangkap Pelaku Penghina Suku Muna


 Anggota DPR RI, Ridwan Bae. sumber: golkarpedia.com
Perbesar

Anggota DPR RI, Ridwan Bae. sumber: golkarpedia.com

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Bae mengecam oknum yang melecehkan Suku Muna.

Menurut dia, dengan adanya pernyataan oknum tersebut, tentu akan mengundang reaksi besar-besaran dari masyarakat Muna di Sultra, karena masyarakat Muna tidak pernah merasa sebagai budak.

Olehnya itu, ia mendesak Polda Sultra segera mengambil tindakan tegas dan cepat menangkap oknum pelecehan suku tersebut, guna meminta klarifikasi apa maksud dan tujuannya menyebarkan postingan yang mengarah ke isu sara.

Polda Sultra tidak boleh menunda-nunda waktu. Sebab persoalan ini harus secepatnya diluruskan, supaya tidak merembet kemana-mana.

“Bukan hanya masyarakat Muna, masyarakat Sultra dan di Indonesia secara umum itu tidak ada budak. Semua lahir dengan ketentuan Maha Kuasa. Makanya saya minta pihak Polda Sultra atau Polres yang berada di wilayahnya, segera menangkap oknum tersebut jangan sampai terjadi hal-hal yang dapat merugikan kita,” ujar dia saat dihubungi awak media ini, Kamis, 8 Juni 2023.

Disamping itu juga, mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sultra selama dua periode berturut-turut ini mengingatkan dan mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat Muna agar tidak terpancing, anarkis atau tersulut emosinya guna menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Menurutnya, menggelar pengecaman dan pendesakan pihak aparat menindak pelaku, boleh dilakukan masyarakat Muna, asal dalam situasi yang kondusif, aman, santun dan sopan.

“Saya minta yang dikejar oknum, jangan bicara soal dia dari suku mana yang jelas ini oknum yang bisa jadi dimanfaatkan orang lain yang ingin mengacaukan Sultra. Karena belum lama ini, salah satu suku di Sultra juga dibuat seperti itu, satu-satu dibuat muncul. Jadi tidak boleh lagi terjadi, kita harus pelihara ketenangan dan kekompakan rakyat Sultra yang sudah terjalin baik selama ini,” tuturnya.

Ridwan Bae menambahkan, suhu politik di Sultra semakin panas jelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra, Pemilihan Wali Kota (Pilwali) dan Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024 tentunya.

Seiring memanas dengan kian dekatnya perhelatan politik, dimunculah isu sara sebagaimana penghinaan yang dialami Suku Tolaki dan yang terbaru Suku Muna.

Curiganya, skenario ini sengaja dibuat dan dibaliknya pasti ada aktor intelektual dengan sengaja ingin membuat kegaduhan dan memecah bela persatuan.

“Makanya saya minta masyarakat harus bijak dan hati-hati menyikapi isu-isu sara ini. Kita semua masyarakat Sultra baku sayang tidak ada lagi orang Muna, Tolaki, Bugis, Buton, Jawa, Sumatera, Bali kita semua sama dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.

Diketahui, nama akun Facebook @Aldi Aldi memposting gambar diikuti keterangan pada kolom beranda grup Facebook Rumpun Ombonowulu.

“Berdasarkan penelitian, asal usul masyarakat Pulau Muna berawal dari para bud@k yang dipekerjakan oleh para bangsawan kerajaan di masa lampau,” tulis akun @Aldi Aldi.(**)

Artikel ini telah dibaca 261 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

PT Sembilan Bara Energi Diduga Menambang Tanpa IUP di Konsel

18 Mei 2024 - 16:43 WITA

Merasa Tertekan, Saksi Tipikor Bandara Busel Cabut Keterangan dalam BAP

17 Mei 2024 - 21:45 WITA

Inisial B Diduga Pelaku Illegal Mining di Eks IUP PT EKU Dua

17 Mei 2024 - 14:32 WITA

Diduga Tak Punya Izin, Jalan Hauling PT Indonusa Disorot

16 Mei 2024 - 22:12 WITA

Eks Pj Bupati Bombana Turut Serta dalam Kasus Korupsi Jembatan di Butur?

16 Mei 2024 - 21:06 WITA

Sengketa Tanah dengan Masyarakat, Permohonan PK PT VDNI Ditolak MA

15 Mei 2024 - 18:45 WITA

Trending di Hukrim