Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

News · 10 Apr 2026 23:04 WITA ·

Alumni UHO Minta Rektor Tindak Tegas Pelaku Kriminal yang Terjadi di Kampus


 Wawan Soneangka. Foto: Istimewa Perbesar

Wawan Soneangka. Foto: Istimewa

KENDARI – Salah satu alumni yang juga aktivis Sulawesi Tenggara (Sultra), Wawan Soneangka, menyayangkan tindakan kekerasan atau kriminal yang terjadi di lingkungan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari baru-baru ini.

Sebagai alumni dan mantan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO, Ia meminta pihak kampus untuk segera mengatensi hal tersebut dan memastikan lingkungan kampus tetap aman dan kondusif bagi mahasiswa.

Wawan menekankan bahwa kekerasan di kampus tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dapat memicu dampak yang lebih luas.

“Hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut, jangan sampai merembes ke hal-hal lain seperti suku atau bawa-bawa kampung dan kelompok,” katanya.

Ia juga meminta pimpinan perguruan tinggi memberikan tindakan tegas terhadap oknum mahasiswa yang terlibat tindakan penganiayaan dan penikaman di dalam kampus.

“Hal seperti ini tidak bisa ditolerir, kampus harus tegas dan tidak boleh memberikan ruang bagi tindakan-tindakan premanisme di lingkungan kampus,” tegas Wawan.

Wawan menjelaskan bahwa kejadian ini dapat menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi mahasiswa di lingkungan kampus dan menciptakan stigma bahwa kuliah di UHO tidak aman.

Oleh karena itu, mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UHO ini meminta langkah-langkah preventif untuk memastikan keamanan mahasiswa, seperti meningkatkan pengawasan dan penegakan disiplin di kampus.

“Mahasiswa harus bisa belajar dengan aman dan nyaman di kampus. Kami berharap pihak kampus segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini,” tutup Wawan.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa bernama Hafisun alias Pedro menjadi korban pengeroyokan yang disertai penikaman di area Kampus Universitas Haluoleo (UHO), Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin siang, 6 April 2026, sekitar pukul 13.15 Wita, di pelataran Fakultas Peternakan UHO dan terekam kamera CCTV.

Dalam rekaman video yang beredar, korban yang mengenakan kaos putih terlihat sedang duduk di taman kampus bersama tiga pria. Namun, di tengah perbincangan, salah satu pelaku yang juga mengenakan kaos putih tiba-tiba melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah korban.

Korban sempat memberikan perlawanan. Namun, seorang pelaku lainnya yang mengenakan kaos hitam kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan menusuk korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian pinggang dan telah melaporkan insiden yang dialaminya ke pihak kepolisian.(red)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kebakaran Rumah dan Kios di Muna, Kerugian Ditaksir Capai Rp400 Juta

7 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Ganggu Kenyamanan! Penumpang Protes Debu Tebal di Pelabuhan Nusantara Kendari

7 Oktober 2026 - 15:09 WITA

Balai Tahura Nipa-Nipa Ingatkan Warga, Kerusakan Hutan Bisa Ganggu Sumber Air

7 Oktober 2026 - 14:50 WITA

Kunjungi Sultra, Zulkifli Hasan Pastikan Stok Pangan dan Harga Bahan Pokok Terjaga

6 Oktober 2026 - 21:22 WITA

Pemkot Kendari dan Hiswana Migas Ancam Tindak Pangkalan yang Jual LPG di Atas HET

5 Oktober 2026 - 18:41 WITA

Polsek Kolono Gelar Patroli Dialogis di Pelabuhan Amolengu untuk Jaga Kamtibmas

4 Oktober 2026 - 19:32 WITA

Trending di News