Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

News · 7 Okt 2026 14:50 WITA ·

Balai Tahura Nipa-Nipa Ingatkan Warga, Kerusakan Hutan Bisa Ganggu Sumber Air


 Kepala Balai Taman Hutan Raya Nipa-Nipa, La Mbara mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Kepala Balai Taman Hutan Raya Nipa-Nipa, La Mbara mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Foto: Penafaktual.com

KENDARI – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-Nipa mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan.

Kepala Balai Tahura Nipa-Nipa, La Mbara, mengatakan kelestarian kawasan Tahura penting dijaga karena sebagian masyarakat di sekitar kawasan masih memanfaatkan sumber air yang berasal dari mata air di dalam kawasan hutan.

Menurutnya, upaya menjaga kelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Kami berharap bukan saja dari pihak pengelola yang menjaga, tetapi juga masyarakat, khususnya di sekitar kawasan Tahura Nipa-Nipa, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan untuk kelangsungan hidup kita,” ujar La Mbara saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia menegaskan, keberadaan kawasan hutan memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air.

“Karena masyarakat di sekitar kawasan Tahura Nipa-Nipa ini memanfaatkan air dari dalam Tahura,” imbuhnya.

La Mbara menambahkan, kerusakan kawasan hutan berpotensi memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sekitar.

Ia mencontohkan kebakaran hutan yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan masyarakat yang bergantung pada kawasan tersebut.

“Karena kalau ada kerusakan, seperti kebakaran hutan, maka yang terdampak langsung itu masyarakat di sekitar kawasan Tahura itu sendiri,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Tahura Nipa-Nipa merupakan kawasan pelestarian alam yang berada di perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Secara administratif, kawasan Tahura Nipa-Nipa di Kota Kendari mencakup Kecamatan Kendari Barat, Kendari, dan Mandonga. Sementara di Kabupaten Konawe, kawasan tersebut meliputi Kecamatan Soropia dan Lalonggasumeto.

Tahura Nipa-Nipa memiliki luas sekitar 7.877,5 hektare, yang terdiri atas wilayah Kabupaten Konawe seluas 5.377,5 hektare dan Kota Kendari seluas 2.500 hektare. (lin)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kebakaran Rumah dan Kios di Muna, Kerugian Ditaksir Capai Rp400 Juta

7 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Ganggu Kenyamanan! Penumpang Protes Debu Tebal di Pelabuhan Nusantara Kendari

7 Oktober 2026 - 15:09 WITA

Kunjungi Sultra, Zulkifli Hasan Pastikan Stok Pangan dan Harga Bahan Pokok Terjaga

6 Oktober 2026 - 21:22 WITA

Pemkot Kendari dan Hiswana Migas Ancam Tindak Pangkalan yang Jual LPG di Atas HET

5 Oktober 2026 - 18:41 WITA

Polsek Kolono Gelar Patroli Dialogis di Pelabuhan Amolengu untuk Jaga Kamtibmas

4 Oktober 2026 - 19:32 WITA

Parkir Digratiskan Saat Road Race di Eks MTQ Kendari, Jukir Malah Pungut hingga Rp15 Ribu

4 Oktober 2026 - 12:38 WITA

Trending di News