Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 24 Mar 2023 16:47 WITA ·

Limbah Tambang PT Almharig Diduga Cemari Sungai Lakambula, Begini Tanggapan Camat Teomokole


 Sungai Lakambula tercemar diduga akibat aktivitas pertambangan PT Almharig. Foto: Istimewa Perbesar

Sungai Lakambula tercemar diduga akibat aktivitas pertambangan PT Almharig. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, BOMBANA – Sungai Lakambula yang terletak di Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana kini sudah berubah warna. Banjir yang biasanya terjadi hanya berwarna coklat, namun kali ini berbeda, berwarna merah kental. Hal itu berdasarkan pantauan awak media ini, pada Selasa, 21 Maret 2023.

Tak sedikit warga yang mengabadikan momen ini, bahkan sebagian warga merasa heran dengan banjir yang terjadi kali ini, ada perbedaan warna dengan banjir yang kerap terjadi sebelumnya.

Warga setempat, mengatakan Banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur di area pegunungan, sehingga anak sungai mengalirkan lumpur yang diduga kuat akibat dari aktivitas pertambangan PT Almharig.

“Dugaan kami sebagai warga yang terdampak tentu berdasar yaitu terdapat beberapa anak sungai Lakambula di area pertambangan milik PT. Almharig tersebut”, ungkap warga setempat bernama Ismail, Kamis, 23 Maret 2023.

Ketakutan masyarakat akan dampak yang ditimbulkan itu perlahan nampak, apalagi sungai Lakambula kerap terjadi banjir dengan debit air yang tinggi.

Padahal, selama ini sungai tersebut menjadi telah menjadi salah satu sumber kebutuhan air bersih bagi masyarakat setempat.

“Sungai Lakambula masih menjadi alternatif beberapa warga untuk menggunakan air bersih, selain mandi juga untuk air minum ketika air ledeng tidak mengalir. Di sungai itu juga terdapat objek wisata permandian yang kerap dikunjungi warga tiap akhir pekan”, katanya.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah menertibkan sekaligus memberi sanksi kepada perusahaan tambang yang membuang limbahnya ke Sungai.

Selain itu, ia juga meminta PT Almharig rutin melaksanakan kewajibannya terhadap masyarakat yang terkena dampak pencemaran sungai Lakambula akibat aktivitas pertambangan yang dilakukan.

“Kondisi ini membuat kami prihatin. bagi kami karena sungai tersebut hingga saat ini masih alternatif bagi kami untuk mendapatkan air bersih, dan kami tidak bisa sejahtera jika sungainya tercemar. Untuk itu, langkah tegas harus dilakukan jika tidak sungai yang menjadi kebanggaan Kecamatan Kabaena ini akan semakin tercemar,” tukasnya.

Keluhan dan kekhawatiran warga itu ditanggapi Camat Teomokole, Agus Salam. Ia mengatakan, keruhnya air sungai Lakambula itu karena akibat hujan di hulu.

“Yang pastinya bahwa keruhnya air sungai Lakambula itu karena akibat hujan di hulu, persoalan bahwa ada dampak penyebab dari semua, penyebabnya adalah hujan, kemudian kalau ada informasi bahwa itu karena akibat Tambang, maka perlu diteliti dan saya tidak mengerti kalau ada informasi-informasi darimana, apakah sudah diteliti atau tidak, dan sampelnya dimana”, kata Agus Salam menanggapi keluhan masyarakat.

“Yang saya tau dari kasat mata, hujan mengakibatkan banjir, banjir diakibatkan hujan di hulu, persoalan kalau ada pengaruh atau tidak berpengaruh itu belum saya ketahui. Keruhnya air sungai Lakambula karena adanya hujan lebat di hulu, titik”, kata Agus Salam bernada tegas.

Penulis: Irfan

Artikel ini telah dibaca 350 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Warga Kembali Segel Kantor Desa Moasi Muna, Tuntut Transparansi Dana Desa dan Pengadaan Ayam Petelur

5 Juli 2026 - 18:00 WITA

HMI Kendari Gelar Diskusi Publik, Soroti Tantangan Program Makan Bergizi Gratis

5 Juli 2026 - 12:11 WITA

IRT Muda di Kendari Dilaporkan Hilang, Diduga Sempat Berkomunikasi dengan Pria

4 Juli 2026 - 18:02 WITA

Pemkab Muna Barat Genjot Infrastruktur, Empat Ruas Jalan Dipastikan Mulai Dibangun Tahun Ini

3 Juli 2026 - 13:28 WITA

Percepatan Pembangunan IPIP, Petani dan Nelayan di Koloka Keluhkan Dampak Lingkungan dan Mata Pencaharian

3 Juli 2026 - 09:14 WITA

Rumah Warga di Kolaka Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp300 Juta

2 Juli 2026 - 17:57 WITA

Trending di Daerah