KENDARI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari menyita 127 tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram dalam pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan niaga LPG bersubsidi di Kota Kendari.
Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan dua terduga pelaku berinisial OH dan SP.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L. Sengka, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan praktik perdagangan LPG subsidi secara ilegal di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, pada Senin, 8 Juni 2026.
“Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan 40 tabung LPG subsidi ukuran 3 kilogram,” kata Edwin saat konferensi pers di Mapolresta Kendari, Jumat, 12 Juni 2026.
Dari hasil pengembangan, polisi kembali menemukan 87 tabung LPG subsidi 3 kilogram di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Dengan demikian, total barang bukti yang diamankan mencapai 127 tabung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku diduga menjalankan praktik niaga LPG subsidi dengan membeli tabung gas dari sejumlah kios secara bertahap, kemudian mengumpulkannya hingga mencapai jumlah tertentu untuk dijual kembali.
Pelaku membeli LPG subsidi seharga Rp28 ribu per tabung dan menjualnya kepada pelaku usaha dengan harga Rp35 ribu per tabung.
“Tabung LPG 3 kilogram tersebut diperjualbelikan kepada pelaku usaha kuliner, termasuk rumah makan dan warung makan di wilayah Kota Kendari,” ujar Edwin.
Saat ini, kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar. (lin)

















