Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 5 Jun 2026 10:40 WITA ·

Diduga Bersikap Represif saat Demo Mahasiswa, Kapolres Bombana Akhirnya Buka Suara


 Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo melalui Kasi Humas Iptu Abdul Hakim memberikan penjelasan terkait dugaan tindakan represif Kapolres saat demo mahasiswa. Foto: Istimewa Perbesar

Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo melalui Kasi Humas Iptu Abdul Hakim memberikan penjelasan terkait dugaan tindakan represif Kapolres saat demo mahasiswa. Foto: Istimewa

BOMBANA – Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo akhirnya memberikan penjelasan terkait video yang memperlihatkan dirinya menarik seorang mahasiswa dari atas mobil saat aksi unjuk rasa. Rekaman yang viral di media sosial tersebut memicu sorotan publik.

Penjelasan disampaikan melalui Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim. Ia mengatakan tindakan Kapolres dilakukan karena massa aksi dinilai tidak mengindahkan imbauan aparat selama demonstrasi berlangsung.

Menurut Abdul Hakim, saat itu Kapolres meminta massa agar kendaraan yang digunakan sebagai mobil komando tidak diparkir di tengah jalan karena dianggap mengganggu arus lalu lintas.

Selain itu, aparat juga mengimbau peserta aksi untuk tidak membakar ban bekas dan menurunkan volume pengeras suara saat berorasi.

“Tapi massa aksi tidak menghiraukan, akhirnya Kapolres Bombana naik di mobil, mengambil dan mengamankan mikrofon yang dipakai massa aksi sehingga adanya saling dorong,” ujar Abdul Hakim, Kamis, 4 Juni 2026.

Sebelumnya, AKBP Eko Sutomo diduga melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa saat aksi unjuk rasa di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Selasa, 2 Juni 2026.

Aksi tersebut digelar mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo untuk menyampaikan tuntutan perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Mata Oleo.

Mahasiswa menilai jalannya aksi tidak sesuai harapan karena mengaku tidak mendapat pengawalan sebagaimana mestinya. Situasi kemudian memanas dan berujung pada pembubaran massa.

Dalam rekaman video yang beredar, AKBP Eko Sutomo terlihat berada langsung di lokasi dan naik ke atas mobil pikap yang digunakan sebagai kendaraan orasi.

Pada video tersebut, Kapolres tampak menarik kerah baju seorang mahasiswa bernama Muhammad Ikbal yang berada di atas kendaraan sebelum akhirnya mahasiswa tersebut turun dari mobil.

Salah seorang peserta aksi, Maruf, mengatakan insiden bermula saat demonstran berupaya membakar ban bekas sebagai bagian dari aksi.

Menurut Maruf, aparat kepolisian telah melarang pembakaran ban. Namun situasi memanas setelah orator tetap menyampaikan instruksi agar aksi pembakaran tetap dilakukan.

“Kami mau bakar ban, tapi dilarang pihak kepolisian. Namun orator tetap menyampaikan untuk membakar ban. Saat itu Kapolres naik ke mobil, berebut mikrofon, lalu mencekik orator,” kata Maruf, Rabu, 3 Juni 2026. (lin)

Artikel ini telah dibaca 277 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kantor Desa Marombo Pantai Konawe Utara Disegel Warga, Kades Dituntut Mundur Gegara Dana Lahan Tambang

24 Juli 2026 - 15:01 WITA

Dukung Program MUI, Bank Sultra Serahkan Bantuan Operasional Rp200 Juta di Kendari

22 Juli 2026 - 14:07 WITA

Umar Bonte Soroti Vakumnya Koordinasi DPD RI dengan Pemprov Sultra

22 Juli 2026 - 11:51 WITA

Silaturahmi Akbar KKMM Sultra, Muh Saleh: Tak Ada Sekat Jabatan, Semua Satu Keluarga!

19 Juli 2026 - 22:02 WITA

DPRD Sultra Diminta Bongkar Soal Transportasi Bandara Halu Oleo dan Peran Lanud

19 Juli 2026 - 21:53 WITA

Bantuan UKT/SPP Setara 2026 Disorot HMKS: Data Sudah Ada, Mengapa Berkas Diulang?

19 Juli 2026 - 21:37 WITA

Trending di Daerah