Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 24 Mei 2026 20:31 WITA ·

Jelang Idul Adha, Polisi Sisir Miras di Konut: Biar Warga Salat Ied dengan Tenang


 Personel Satgas Gakkum Operasi Pekat Anoa 2026 Polres Konawe Utara mengamankan 12 botol miras yang disita dari Toko Sahirman di Andowia. Foto: Istimewa  Perbesar

Personel Satgas Gakkum Operasi Pekat Anoa 2026 Polres Konawe Utara mengamankan 12 botol miras yang disita dari Toko Sahirman di Andowia. Foto: Istimewa

KONAWE UTARA – Demi suasana Idul Adha yang aman, Satgas Gakkum Operasi Pekat Anoa 2026 Polres Konawe Utara menyita 12 botol miras dari Toko Sahirman di Kelurahan Andowia, Minggu 24 Mei 2026. Bagi petugas, ini bukan sekadar razia, tapi ikhtiar agar warga bisa takbiran tanpa takut ulah pemabuk.

Jelang Idul Adha 2026, warga Konawe Utara tentu ingin khusyuk beribadah, mudik, dan berkumpul keluarga tanpa was-was. Harapan itu yang mendorong Satgas Gakkum Operasi Pekat Anoa 2026 turun ke lapangan.

Dipimpin Ipda Irfan Tato, personel menyisir Toko Sahirman di Kelurahan Andowia, Kecamatan Andowia. Hasilnya, 12 botol miras berbagai merek diamankan: 6 botol jenis Kereta dan 6 botol jenis Jenever Cap Kura Bango yang diduga dijual tanpa izin.

“Miras sering jadi pemicu awal. Dari mabuk, bisa ribut, bisa tawuran, bisa KDRT. Kasihan kalau Idul Adha malah diwarnai kejadian seperti itu,” ujar seorang petugas di lapangan. Kalimat itu mewakili sisi humanis operasi: menjaga ketenteraman warga yang ingin merayakan hari raya dengan damai.

Operasi Pekat Anoa 2026 memang menyasar penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Bukan hanya miras, tapi juga perjudian, premanisme, hingga prostitusi. Tujuannya satu, kata polisi: “Sasaran operasi pekat ini adalah segala bentuk penyakit masyarakat yang dapat memicu tindak kriminal dan mengganggu stabilitas keamanan daerah.”

Polres Konawe Utara menegaskan razia akan digelar berkelanjutan di titik rawan. Masyarakat pun diajak berperan aktif.

“Kami imbau warga tidak terlibat aktivitas melanggar hukum dan bersama-sama jaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegas petugas.

Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan Satgas Gakkum untuk proses lebih lanjut. Bagi warga Andowia, razia ini memberi rasa lega.

“Kalau toko miras dibiarkan, kami yang di kampung suka khawatir anak-anak muda. Sekarang lebih tenang mau salat Ied,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

Idul Adha tinggal menghitung hari. Di Konawe Utara, upaya menciptakan takbir yang khusyuk dimulai dari menertibkan botol-botol yang bisa memicu petaka.(red)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dukung Program MUI, Bank Sultra Serahkan Bantuan Operasional Rp200 Juta di Kendari

22 Juli 2026 - 14:07 WITA

Umar Bonte Soroti Vakumnya Koordinasi DPD RI dengan Pemprov Sultra

22 Juli 2026 - 11:51 WITA

Silaturahmi Akbar KKMM Sultra, Muh Saleh: Tak Ada Sekat Jabatan, Semua Satu Keluarga!

19 Juli 2026 - 22:02 WITA

DPRD Sultra Diminta Bongkar Soal Transportasi Bandara Halu Oleo dan Peran Lanud

19 Juli 2026 - 21:53 WITA

Bantuan UKT/SPP Setara 2026 Disorot HMKS: Data Sudah Ada, Mengapa Berkas Diulang?

19 Juli 2026 - 21:37 WITA

SIMPUL SULTRA ke ESDM: Uji Kepatuhan Dulu Sebelum Setujui RKAB

19 Juli 2026 - 21:18 WITA

Trending di Daerah