Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 8 Apr 2026 19:17 WITA ·

Kasus Dugaan Tambang Ilegal di Konut Mandek, Kejari Tunggu Kelengkapan Barang Bukti


 Kasi Intelejen Kejari Konawe, M Anhar L. Bharadaksa. Foto: Istimewa Perbesar

Kasi Intelejen Kejari Konawe, M Anhar L. Bharadaksa. Foto: Istimewa

KONAWE – Penanganan perkara dugaan tindak pidana pertambangan di wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang ditangani penyidik Bareskrim Polri belum dapat berlanjut ke tahap pelimpahan kedua (tahap II).

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Konawe, M. Anhar L. Bharadaksa, menyatakan hingga kini kelengkapan barang bukti dalam perkara tersebut belum terpenuhi.

“Selama barang bukti belum lengkap, kami belum bisa melakukan tahap dua,” tegas Bhara saat dikonfirmasi, Rabu, 8 April 2026.

Ia menjelaskan, dalam mekanisme penanganan perkara pidana, kelengkapan barang bukti menjadi syarat mutlak sebelum jaksa menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik.

Karena itu, Kejari Konawe tetap berpegang pada prosedur hukum yang berlaku. Pihaknya baru akan menerima pelimpahan tahap II apabila seluruh unsur telah dipenuhi secara lengkap.

“Kami menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti secara utuh. Jika belum lengkap, tentu kami tidak akan menerima tahap dua,” ujarnya.

Bharadaksa mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum secara resmi menerima tersangka maupun barang bukti.

Meski demikian, terdapat sejumlah barang bukti yang telah dititipkan sementara oleh penyidik Bareskrim Polri di Kantor Kejari Konawe.

Barang bukti yang dititipkan tersebut meliputi empat unit dump truck, dua unit excavator PC 200, serta satu unit excavator PC 300.

“Barang bukti itu masih bersifat titipan, belum kami terima secara resmi sebagai bagian dari tahap dua,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut masih ada barang bukti penting yang belum diserahkan oleh penyidik, yakni dua unit kapal tongkang yang diduga digunakan untuk mengangkut ore nikel.

Dua tongkang tersebut masing-masing beridentitas TB Bukit Emas 1601/BG Bukit Emas 300 serta TB Anugerah Bersama 2352/BG HMH 300 2.

“Sampai hari ini dua unit tongkang itu belum bisa ditunjukkan atau diserahkan oleh penyidik,” katanya.

Dengan belum terpenuhinya kelengkapan barang bukti, proses pelimpahan perkara ke tahap berikutnya masih tertunda. Kejari Konawe menegaskan akan tetap mengedepankan profesionalitas dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penegakan hukum.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa kelanjutan perkara sangat bergantung pada keseriusan penyidik dalam melengkapi seluruh unsur pembuktian yang dibutuhkan. (red)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Demo Kasus Korupsi Jembatan Cirauci Butur, Kejati Sultra Didesak Tetapkan Burhanuddin sebagai Tersangka

30 April 2026 - 16:06 WITA

Dinilai Tak Adil Tangani Korupsi Jembatan, Enam Jaksa Sultra Dilaporkan ke Jamwas

30 April 2026 - 15:48 WITA

Dugaan Korupsi Rp6,5 Miliar di Dinas PUPR Konut Jadi Sorotan, Kinerja Kejari Konawe Dipertanyakan

30 April 2026 - 13:01 WITA

Identitas Dipakai Oknum Bhayangkari, Janda Penjual Nasi Kuning di Kendari Dikejar Tagihan Kredit

30 April 2026 - 10:16 WITA

Buruh Tani Konsel Datangi LBH HAMI Sultra, Perjuangkan Hak atas Tanah Sengketa

30 April 2026 - 09:56 WITA

Mahasiswa Asal Kolaka Ditangkap di Hotel Kendari, Polisi Sita 1 Kilogram Sabu

29 April 2026 - 13:10 WITA

Trending di Hukrim