MUNA – Kepolisian Resor Muna resmi menetapkan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mukhlasin Assani, Kabupaten Muna Barat (Mubar), berinisial MJ (35) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan terhadap santri, Kamis, 5 Maret 2026.
“Penangkapan dan penahanan tersebut dilakukan karena tersangka MJ diduga telah melakukan tindak pidana pemerkosaan atau pelecehan seksual secara fisik,” ujar Kasi Humas Polres Muna, Iptu Muh Jufri saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Kamis sore sekitar pukul 16.11 Wita. Setelah ditangkap, MJ langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Muna.
Menurut Iptu Jufri, perbuatan tersangka diduga terjadi dalam rentang waktu tahun 2023 hingga 2024 di Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, serta Desa Lahaji, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat.
Atas perbuatannya, MJ dijerat Pasal 473 ayat (1) KUHP atau Pasal 6 huruf b dan huruf c juncto Pasal 15 huruf b dan huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
“Tersangka MJ telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Muna selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 5 Maret 2026 hingga 24 Maret 2026, guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Jufri. (lin)
















