Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 9 Feb 2026 11:55 WITA ·

HAMI Sultra-Jakarta Desak Pemerintah Hentikan Aktivitas Tambang PD Aneka Usaha Kolaka


 Ilustrasi pertambangan. sumber: liputan6.com Perbesar

Ilustrasi pertambangan. sumber: liputan6.com

JAKARTA – Himpunan Aktivis Mahasiswa Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara (Sultra)-Jakarta mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI untuk segera menghentikan aktivitas pertambangan di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Desakan tersebut ditujukan kepada sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut, salah satunya PD Aneka Usaha Kolaka (PD AUK), yang diduga telah melanggar berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor pertambangan dan lingkungan hidup.

“PD AUK diduga melakukan aktivitas pertambangan di dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Pomalaa yang mengakibatkan penyerobotan kawasan, kerusakan lingkungan, serta pencemaran,” kata Ketua HAMI Sultra-Jakarta, Irsan Aprianto Ridham, dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.

Irsan mengungkapkan bahwa PD AUK diduga tidak memiliki Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk melakukan aktivitas pertambangan di kawasan HPT dan HPK.

“Atas berbagai dugaan pelanggaran tersebut, kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah terkait untuk segera menindak tegas PD AUK,” tegasnya.

HAMI Sultra-Jakarta juga meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk memanggil, memeriksa, hingga menangkap Direktur Utama PD AUK atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di sektor pertambangan yang terjadi di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Selain itu, mereka turut mendesak Kementerian ESDM dan Ditjen Minerba agar membatalkan serta mencabut Rencana Kegiatan dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan milik PD Aneka Usaha Kolaka yang beroperasi di Pomalaa.

“APH harus tegas mengambil langkah hukum terhadap aktivitas PD AUK di Kolaka. Aktivitas hauling hingga pemuatan dan penjualan ore nikel yang merambah kawasan hutan tanpa izin merupakan pelanggaran hukum serius,” pungkas Irsan.(red)

Artikel ini telah dibaca 161 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Petani di Konsel Ditangkap, Diduga Tipu Puluhan Warga Bermodus Jasa Instalasi Listrik

1 September 2026 - 15:44 WITA

Petani di Konawe Selatan Dibacok Pakai Parang, Wajah hingga Tangan Luka Parah

30 Agustus 2026 - 18:07 WITA

Diduga Ancam Istri Pakai Airgun, Pria Asal Konawe Ini Ditangkap Polisi

30 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Kurang dari 24 Jam, Polres Muna Amankan Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Pasar Laino

28 Agustus 2026 - 13:10 WITA

DPO Kasus Dugaan Pemerasan PT ST Nickel Ditangkap di Kolaka

28 Agustus 2026 - 10:11 WITA

Hendak Buang Sampah, Petani di Konawe Malah Dianiaya Tetangga Pakai Parang

28 Agustus 2026 - 09:37 WITA

Trending di Hukrim