Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 7 Sep 2025 23:06 WITA ·

Janji Smelter Tak Terealisasi, Warga Routa Blokade PT SCM: Aktivitas Lumpuh Total


 Masyarakat Routa Bersatu memblokade jalan hauling dan pintu masuk utama PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) Desa Lalomerui. Foto: Istimewa Perbesar

Masyarakat Routa Bersatu memblokade jalan hauling dan pintu masuk utama PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) Desa Lalomerui. Foto: Istimewa

KENDARI – Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Routa Bersatu memblokade jalan hauling dan pintu masuk utama PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu, 6 September 2025. Aksi itu membuat aktivitas perusahaan lumpuh total.

Berdasarkan pantauan Kendariinfo, massa aksi mendatangi Pos 1 atau pintu utama PT SCM sejak pagi. Karena tak ditemui langsung oleh manajemen, warga sempat marah dan mendobrak gerbang perusahaan. Meski perwakilan perusahaan sempat hadir, warga menilai tak ada kejelasan dari penjelasan yang diberikan.

Tak puas dengan jawaban itu, warga kemudian menutup total akses pintu masuk utama. Mereka mendirikan tenda darurat di lokasi dan memarkirkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menutup jalur perusahaan.

Selain itu, massa aksi juga memblokade jalan hauling dengan memarkirkan sejumlah dump truk di tengah jalur. Kondisi tersebut membuat aktivitas perusahaan benar-benar lumpuh, termasuk arus kendaraan keluar masuk tambang.

“Hari ini kami menuntut PT SCM memenuhi janjinya sejak 2019 untuk membangun smelter. Kami sudah merelakan lahan dan kebun dengan janji pembangunan smelter, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata Tokoh Pemuda Routa, Rafli, kepada awak media.

Menurut Rafli, warga kecewa dan sakit hati setelah mendengar isu pembatalan pembangunan smelter yang sempat dijanjikan. Ia menegaskan perjuangan ini bukan hanya untuk Routa, tetapi juga untuk daerah secara keseluruhan.

“Perjuangan kami hari ini bukan sebatas untuk warga Routa, tetapi adalah perjuangan untuk daerah,” tambahnya.

Sementara, tokoh masyarakat Routa, Ahmad, juga menegaskan aksi blokade akan terus berlanjut bila perusahaan tidak memberikan solusi. Ia menyebut dampak blokade pasti sangat terasa bagi perusahaan.

“Kalau tidak ada solusi, kami tetap akan blokade jalan dan semua aktivitas di PT SCM,” tegas Ahmad.

Ia menuturkan, blokade membuat logistik tak bisa masuk dan ore nikel tidak bisa diangkut ke Morowali. Menurutnya, hal ini jelas merugikan perusahaan yang produksinya bernilai miliaran rupiah.

“Kalau perusahaan betul-betul memikirkan masyarakat di sini, kenapa harus merugikan diri dengan blokade. Kenapa tidak memenuhi janji saja,” pungkasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 182 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pria 63 Tahun di Muna Hilang, Sudah 2 Hari 3 Malam Belum Pulang

29 September 2026 - 09:24 WITA

Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Kolono Rutin Gelar KRYD Malam Hari

29 September 2026 - 08:09 WITA

27 Siswa SMA di Konawe Alami Gatal dan Muntah Usai Santap MBG, Dievakuasi ke RS

24 September 2026 - 15:57 WITA

Berawal dari Ambil Sampel, Berakhir Petaka: 4 Pekerja PT KDI Tewas di Lokasi Tambang

23 September 2026 - 15:14 WITA

Kecelakaan Kerja di Tambang PT KDI Konut, Empat Pekerja Tewas Tertimbun Longsor

23 September 2026 - 14:32 WITA

UPP Kelas I Molawe Tindak Lanjuti LHP Kepatuhan BPK RI

23 September 2026 - 10:27 WITA

Trending di Daerah