Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 24 Jun 2025 09:32 WITA ·

PT CKS Diduga Langgar Aturan, Masyarakat Moramo Utara Gelar Aksi Unjuk Rasa


 Aliansi Masyarakat Moramo Utara Peduli Lingkungan Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), melaksanakan aksi unjuk rasa di PT Citra Khusuma Sultra karena diduga langgar sejumlah aturan. Foto: Istimewa Perbesar

Aliansi Masyarakat Moramo Utara Peduli Lingkungan Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), melaksanakan aksi unjuk rasa di PT Citra Khusuma Sultra karena diduga langgar sejumlah aturan. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM – Aliansi Masyarakat Moramo Utara Peduli Lingkungan Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), melaksanakan aksi unjuk rasa di Perusahaan PT Citra Khusuma Sultra (CKS). Masyarakat menilai bahwa aktivitas penambangan batu PT CKS di Moramo Utara sarat akan dugaan pelanggaran yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan.

Koordinator Aksi Unjuk Rasa, Samsir, menilai bahwa aktivitas penambangan batu moramo yang dilakukan oleh PT CKS berdampak pada kerusakan lingkungan.

“Kami duga aktivitas PT CKS berdampak pada kerusakan lingkungan, utamanya bagi penambak akibat pencucian material batu moramo,” nilai Samsir.

Masyarakat juga mempertanyakan izin lokasi pencucian yang dilakukan oleh PT CKS. “Apakah ada izin pencucian, karena lokasi pencucian berada di luar IUP dari PT CKS,” kata Samsir.

Selain itu, Aliansi Masyarakat Moramo Utara Peduli Lingkungan juga mempertanyakan program PPM dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT CKS.

“Kami juga mempertanyakan apakah program PPM dan CSR PT CKS ini sudah berjalan kepada masyarakat atau tidak. Sebab, ini tidak disosialisasikan kepada masyarakat dan pemerintah,” tegas Samsir.

Koordinator Lapangan Aksi Unjuk Rasa Masyarakat Moramo Utara, Merdin, mengungkapkan bahwa PT CKS diduga telah melakukan pemberhentian karyawan secara sepihak dan tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan.

“PT CKS diduga telah melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan secara sepihak, tidak berdasarkan aturan ketenagakerjaan,” ungkap Merdin.

Merdin juga menambahkan bahwa terdapat indikasi PT CKS membeli material dari luar IUP dan menjual menggunakan dokumen sendiri alias dokumen terbang. Selain itu, aktivitas PT CKS juga diduga tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

“Kami menduga aktivitas pemuatan batu oleh PT CKS tidak sesuai RKAB. Karena koordinat lokasi yang di RKAB tidak sesuai dengan lokasi produksi, di mana material yang diangkut diduga berasal dari luar IUP PT CKS,” kata Merdin.

Sebelumnya, ratusan Aliansi Masyarakat Moramo Utara Peduli Lingkungan melaksanakan orasi di Lapangan Sepak Bola Matawawatu. Masyarakat menuntut PT CKS untuk mematuhi aturan perundang-undangan dan menghentikan aktivitas yang merugikan masyarakat dan lingkungan.(cen)

Artikel ini telah dibaca 150 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Guru Ngaji di Kendari Ditangkap, Diduga Cabuli Pelajar 15 Tiga Kali di Area Masjid

26 Juli 2026 - 14:11 WITA

Pemilik Hotel di Kendari Dipalak Pria Mabuk, Pelaku Sempat Buang Pisau Saat Dikejar Polisi

26 Juli 2026 - 12:47 WITA

Polisi Gerebek Penebangan Liar Pohon Jati di Hutan Lindung Buton Selatan, Lima Orang Diamankan

25 Juli 2026 - 21:45 WITA

Polda Sultra Sisir PETI Bombana, AMAN Desak Penangkapan Pelaku Jika Terbukti Terlibat

25 Juli 2026 - 18:56 WITA

BSI Terseret dalam Polemik Lahan Puuwatu Kendari, MAP HUKUM Sultra Desak Beri Penjelasan

25 Juli 2026 - 10:26 WITA

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Mahasiswa di Kendaari Ditangkap Polisi

24 Juli 2026 - 20:53 WITA

Trending di Hukrim