Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 25 Sep 2023 14:35 WITA ·

KAHMI Sultra Bakal Kawal Pembentukan Provinsi Kepulauan Buton


 Koordinator Presidium KAHMI Sultra, Ruksamin bersama salah satu pengurus KAHMI nasional Yusril Ihza Mahendra di acara Milad KAHMI yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Koordinator Presidium KAHMI Sultra, Ruksamin bersama salah satu pengurus KAHMI nasional Yusril Ihza Mahendra di acara Milad KAHMI yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengumpulkan gagasan untuk mengawal pembentukan Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) melalui simposium nasional dalam rangka milad KAHMI ke-57 di salah satu hotel Kendari pada Senin, 25 September 2023.

Simposium tersebut digagas dengan tema ‘Mereka faktor penghalang terwujudnya Provinsi Kepton dan melirik motivasi sejarah keharusan daerah Istimewa Buton’.

Koordinator Presidium KAHMI Sultra, Ruksamin mengatakan bahwa tema tersebut diangkat bukan karena sudah memasuki tahun politik. Tetapi dengan pandangan bahwa pemekaran tersebut seakan-akan hanya dijadikan komoditas politik oleh orang-orang yang ada di pemerintahan.

“Terlepas bahwa pemekaran hari ini oleh pemerintah, paling tidak kita sebagai masyarakat Sultra bagian dari Buton, sudah harus memikirkan kesiapan-kesiapan kita baik secara politik, akademik, dan lainnya,” ucap Ruksamin.

Bupati Konawe Utara (Konut) dua periode itu menyatakan bahwa bagi KAHMI, kesultanan Buton adalah suatu sejarah luar biasa di Indonesia yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga KAHMI berpikir bukan Provinsi Kepton, tetapi menginginkan agar menjadi Provinsi Daerah Istimewa (DI) Kepton.

Melalui simposium nasional tersebut, KAHMI ingin mendengar masukan dari berbagai pihak termasuk dari pejabat Kesultanan Buton yang hadir.

“KAHMI serius akan mengawal ini. Bukan berarti apa yang kita hasilkan paling tidak dokumen-dokumen sampai akhirnya insya KAHMI akan melahirkan sebuah rancangan undang-undang tentang pemekaran Provinsi Daerah Istimewa Kepulauan Buton,” tegas Ruksamin.

Ia juga meminta dukungan dari Pemprov Sultra dengan harapan bukan untuk cepat memisahkan Kepulauan Buton dari wilayah Sultra, tetapi KAHMI sudah lelah melihat rencana tersebut hanya dijadikan wacana politik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio mewakili Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemprov akan terus mendukung kesepakatan-kesepakatan bersama yang telah dilahirkan sebelumnya. Termasuk kesepakatan yang akan lahir pada simposium nasional tersebut.

“Ini akan menjadi dokumen tambahan pelengkap untuk mempercepat keberadaan atau penetapan Provinsi Kepton sebagai provinsi baru di Nusantara ini,” ungkapnya.

Editor: Husain

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

RDP Tak Kunjung Digelar, JANGKAR Sultra Pertanyakan Komitmen Pengawasan DPRD terhadap PT IPIP

23 Juli 2026 - 22:26 WITA

KASTARA Gelar Aksi Satir ‘Open Donasi Rp80 Ribu’, Sindir Kaburnya 11 Tahanan Polres Kolut

23 Juli 2026 - 22:16 WITA

Hari Anak Nasional 2026, Murid SDN 24 Kendari Apresiasi Program MBG dan Pelayanan Dapur Kendari Caddi 3

23 Juli 2026 - 12:52 WITA

Bank Sultra Jadi Motor Program KEJAR, 50.537 Rekening SimPel Dibuka untuk Siswa SD dan SMP Kendari

22 Juli 2026 - 19:13 WITA

Dugaan Operasi Tanpa PAK, CCC Minta Kementerian Kehutanan Verifikasi PT Fatwa Bumi Sejahtera

22 Juli 2026 - 17:09 WITA

Kementerian Kehutanan dan FAO Perluas Inisiatif One Health di Sultra untuk Cegah Zoonosis

21 Juli 2026 - 16:27 WITA

Trending di News