KENDARI – Sebanyak 247 wisudawan dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-34 dan Pascasarjana ke-9 Universitas Sulawesi Tenggara yang digelar di Phinisi Ballroom Hotel Kendari, Rabu, 15 April 2026.
Wisuda tersebut diikuti oleh lulusan dari 11 program studi sarjana (S1) dan 2 program magister (S2), di antaranya Teknik Sipil, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Hukum, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), hingga program pascasarjana.
Rektor Unsultra, Jamhir Safani, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal langkah menghadapi kehidupan nyata.
“Wisuda bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari langkah besar menuju masa depan. Jangan takut gagal, karena setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika, orang tua, serta pihak yayasan atas dukungan yang diberikan hingga mahasiswa berhasil menyelesaikan studi. Rektor berpesan agar lulusan terus menjaga semangat belajar, rendah hati, dan berani bermimpi besar di tengah tantangan global.
“Masa depan ada di tangan kalian. Melangkahlah dengan percaya diri, terus belajar, dan berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” lanjutnya.
Dalam pidatonya, Rektor turut mengutip pesan inspiratif dari Nelson Mandela, “It always seems impossible until it’s done,” serta Albert Einstein, “In the middle of difficulty lies opportunity.” Ia juga mengingatkan pesan Soekarno agar generasi muda berani bermimpi tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Unsultra juga menetapkan sejumlah lulusan terbaik dari berbagai program studi, termasuk peraih IPK tertinggi jenjang pascasarjana dengan nilai sempurna 4,00.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Syahruddin, menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi di tengah tantangan global.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif sektor swasta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pendidikan tinggi bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk sektor swasta, dalam membangun sistem yang lebih kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas akademik, penguatan kapasitas institusi, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi, termasuk penguatan digitalisasi sistem pembelajaran.
“Pemanfaatan sistem informasi akademik harus terintegrasi secara menyeluruh untuk mendukung proses pembelajaran dan layanan mahasiswa,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Pembina Unsultra, Nur Alam, menegaskan pentingnya menjaga integritas akademik serta berpegang pada landasan hukum dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Wisuda bukanlah akhir, tetapi awal dari tanggung jawab besar. Lulusan harus mampu menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan ilmu yang dimiliki,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya moralitas dalam dunia keilmuan. Menurutnya, ilmu pengetahuan tanpa etika berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
“Ilmu harus diiringi dengan moral. Tanpa itu, keahlian justru bisa membawa dampak buruk,” jelasnya.
Acara wisuda tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, yayasan, mitra institusi, serta keluarga wisudawan yang turut menyaksikan momen tersebut.(lin)















