Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 28 Agu 2025 21:59 WITA ·

Tragis! Mayat Petani di Muna Ditemukan Tidak Utuh Setelah Diterkam Buaya


 Proses pencarian petani di Muna yang diterkam buaya, setelah akhirnya ditemukan mayatnya dengan kondisi sudah tidak utuh. Foto: Istimewa Perbesar

Proses pencarian petani di Muna yang diterkam buaya, setelah akhirnya ditemukan mayatnya dengan kondisi sudah tidak utuh. Foto: Istimewa

MUNA – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Desa Poaroha, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Mayat seorang warga bernama La Ode Ompi (44), ditemukan setelah diterkam buaya di Kali Panjang Poaroha pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Kronologi kejadian bermula ketika La Ode Ompi, seorang petani yang tinggal di Desa Poaroha, meninggalkan rumah pada Selasa, 26 Agustus 2025, sekitar jam 14.00 Wita untuk memetik buah kelapa di sekitar Kali Panjang. Namun, korban tidak kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga melakukan pencarian.

Pencarian dilakukan oleh keluarga korban, yang terdiri dari orang tua dan saudara kandung, di kebun milik korban sekitar Kali Panjang Poaroha. Mereka menemukan sendal korban sebelah kanan berada di bibir kali dan sebelah kiri berada di dalam air, serta beberapa buah kelapa yang tersebar di atas air di bibir kali Poaroha.

Melihat kondisi air yang keruh dan kabur, orang tua dan saudara kandung korban menyimpulkan bahwa korban telah diterkam buaya dan dibawa ke dalam air. Pihak keluarga kemudian meminta bantuan warga setempat untuk melakukan pencarian di sekitar Kali Panjang Poaroha.

Pencarian dilakukan selama dua hari oleh tim Basarnas, Polsek Bone, dan Babinsa Koramil Tongkuno-Marobo, serta masyarakat setempat. Tim pencarian menggunakan beberapa unit body batang dan speed boat untuk menyisir sekitar lokasi hilangnya korban.

Pada Kamis pagi, mayat korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh, dengan beberapa bagian tubuh hilang. Mayat korban kemudian dievakuasi oleh tim Basarnas dan personil Polsek Bone, dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.

Proses evakuasi mayat korban tidaklah mudah. Tim Basarnas dan personil Polsek Bone harus berhati-hati karena buaya yang diduga menerkam korban masih berada di sekitar lokasi. Selain itu, kondisi air yang keruh dan kabur juga mempersulit proses evakuasi.

Pihak berwenang telah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Kali Panjang Poaroha guna menghindari risiko serangan buaya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Kali Panjang Poaroha karena masih ada kemungkinan buaya lain yang berada di sekitar lokasi,” kata Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharuddin.

Pemakaman korban rencananya akan dilaksanakan pada hari yang sama di pekuburan umum Desa Poaroha. Polres Muna menyampaikan duka yang mendalam kepada pihak keluarga korban agar mengiklaskan kepergian almarhum sehingga dalam perjalananya bisa diterima di sisi Allah SWT.(red)

Artikel ini telah dibaca 352 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

LKBHMI Kendari Kembali Eksis, Alfansyah Pimpin Periode 2026–2027

8 Agustus 2026 - 19:31 WITA

Beredar Isu Pungli dalam Penanganan Kasus Sekda Konsel, Kapolresta Kendari: Itu Hoaks

6 Agustus 2026 - 17:22 WITA

GEMPUR SULTRA Ultimatum, Siap Duduki Lahan Puuwatu Usai Geruduk Kantor Fajar S. Tanawali dan PT Tadisangka Kendari 

6 Agustus 2026 - 16:26 WITA

Kadin Sultra Jalin Kemitraan Strategis dengan IAI Rawa Aopa, Fokus Penguatan SDM

5 Agustus 2026 - 23:55 WITA

Demo Dugaan Penyerobotan Lahan, PT SDP Sebut Massa Tak Respons Ajakan Adu Data

4 Agustus 2026 - 18:40 WITA

Terduga Pengedar Sabu di Konawe Selatan Ditangkap, Polisi Sita 25 Sachet Narkotika

4 Agustus 2026 - 18:24 WITA

Trending di News