Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 17 Feb 2025 21:32 WITA ·

Soal Kecelakaan Kerja di Galangan Kapal, Pihak Berwenang Diminta Beri Sanksi Tegas PT SMS


 Jangkar Sultra melakukan aksi demontrasi di Disnakertrans dan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Jangkar Sultra melakukan aksi demontrasi di Disnakertrans dan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Penafaktual.com

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Jaringan Demokrasi Rakyat (Jangkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi demontrasi di Disnakertrans dan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin, 17 Februari 2025.

Aksi ini menyoal insiden kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan galangan kapal PT Sumber Mandiri Shipyard (SMS) di Kelurahan Lapuko Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada Minggu, 9 Februari 2025 lalu.

Insiden tersebut mengakibatkan 5 (Lima) orang korban, 4 orang karyawan mengalami luka berat dan 1 (satu) orang karyawan mengalami luka ringan.

Ketua Jangkar Sultra, Juraidin dalam orasinya menyampaikan bahwa kecelakaan kerja yang terjadi di galangan kapal PT SMS merupakan hal yang harus menjadi perhatian serius.

“Saya pikir ini bukan hanya persoalan kecelakaan yang terjadi, tapi lebih dari itu adalah persoalan kemanusiaan sehingga harus menjadi perhatian serius,” ungkap Juraidin

Untuk itu, pihaknya meminta agar pihak yang berwenang segera memberikan sanksi tegas kepada pihak PT SMS atas insiden kecelakaan yang terjadi.

“Kami meminta kepada pihak Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tenggara agar memberikan sanksi tegas kepada pihak PT Sumber Mandiri Shipyard,” tegas Juraidin.

Setelah bertandang ke Kantor Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tenggara, Jangkar Sultra kemudian melanjutkan aksi demonstrasi di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam orasinya pihak jangkar Sultra meminta agar DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara segera melakukan RDP bersama pihak pihak terkait.

Terakhir Juraidin menegaskan bahwa akan ada aksi yang lebih besar lagi jika tidak ada titik terang dari persoalan yang mereka tuntut.

“Kami akan bertandang kembali jika persoalan yang kami bawa hari ini tidak ditindaklanjuti”, tutup Juraidin.

Menanggapi hal itu, Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan bahwa Pihaknya sudah melakukan inspeksi awal terkait kasus Kecelakaan Kerja yang terjadi pada PT SMS di Kabupaten Konawe Selatan.

“Kami sudah melakukan investigasi awal dan kami sudah melakukan peringatan kepada pihak perusahaan serta pembinaan dan pengawasan di lokasi”, ujar Kabid Binwasnaker Disnakertrans Sultra, Asnia Nindi.

Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tenggara juga sudah membuat nota pemeriksaan atas insiden kecelakaan kerja tersebut.

Di tempat terpisah, DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Komisi IV menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan segera menjadwalkan RDP bersama pihak terkait untuk membahas persoalan Kecelakaan Kerja yang terjadi di PT Sumber Mandiri Shipyard (SMS).

“Dalam waktu dekat kami akan segera menjadwalkan RDP bersama pihak terkait untuk membahas mengenai kecelakaan kerja yang disuarakan oleh pihak Jangkar Sultra” ujar Hajar Hermawati Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Komisi IV.

Sementara itu, Penanggung Jawab Galangan Kapal PT SMS Abdul Fiqih mengatakan bahwa saat ini kondisi kecelakaan kerja sudah berangsur-angsur membaik.

“Dari 5 orang korban kecelakaan kerja, 2 orang sudah sehat, sudah keluar. Karena kemarin itu yang dirawat inap di Rumah Sakit 4 orang, kalau yang 1 orangnya hanya rawat jalan”, kata Abdul Faqih kepada media ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa semua biaya pengobatan karyawan yang kecelakaan kerja ditanggung oleh pihak perusahaan.

Kedepan, pihaknya berkomitmen untuk lebih meningkatkan safety kepada seluruh karyawan yang bekerja di galangan PT SMS dan akan menambah personel pengawasan untuk lebih memperketat pengawasan safety.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 255 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

HMI Kendari Gelar Diskusi Publik, Soroti Tantangan Program Makan Bergizi Gratis

5 Juli 2026 - 12:11 WITA

IRT Muda di Kendari Dilaporkan Hilang, Diduga Sempat Berkomunikasi dengan Pria

4 Juli 2026 - 18:02 WITA

Pemkab Muna Barat Genjot Infrastruktur, Empat Ruas Jalan Dipastikan Mulai Dibangun Tahun Ini

3 Juli 2026 - 13:28 WITA

Percepatan Pembangunan IPIP, Petani dan Nelayan di Koloka Keluhkan Dampak Lingkungan dan Mata Pencaharian

3 Juli 2026 - 09:14 WITA

Rumah Warga di Kolaka Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp300 Juta

2 Juli 2026 - 17:57 WITA

Kebocoran Gas Saat Memasak Diduga Picu Kebakaran Toko Roti di Kendari, Dapur Hangus

2 Juli 2026 - 13:06 WITA

Trending di Daerah